Bicara masalah musik, mungkin gw emang nggak pernah bisa sehebat Bens Leo dalam mengomentari musik atau Ahmad Dhani dengan keperkasaannya menciptakan banyak lagu keren untuk Dewa 19. Tapi untuk urusan memanjakan telinga dan juga selera, gw rasa gw juga bisa sehebat mereka dalam menentukan dan mengomentari musik favorit gw sendiri.
Sepanjang hidup gw emang penuh dialiri dengan musik-musik dari banyak aliran. Apalagi sekarang gw berkecimpung di dunia penyiaran yang pastinya nggak akan pernah lepas dari musik dan lagu.
Nah, di posting-an blog kali ini, gw mencoba untuk mereview kembali lagu-lagu dan juga album-album favorit yang pernah gw miliki. Enjoy!!!
Natalie Imbruglia – Left of The Middle (1998)

Dari sekian banyak koleksi album musik yang gw miliki, “Left of The Middle” milik Natalie Imbruglia inilah yang paling sering gw puter. Wajar kalo kemudian gw menyebutnya sebagai album favorit sepanjang hidup gw!!! Di album ini gw menemukan banyak banget perjalanan cerita percintaan dan juga kehidupan yang penuh manis getir yang dialami Natalie Imbruglia. Karena emang hampir keseluruhan lagu di album ini ditulis sendiri oleh Natalie.
Boleh dibilang pada saat itu Natalie Imbruglia adalah the next rising new born star karena aura bintang yang dimiliknya amat sangat kuat didukung pula dengan lagu-lagu yang dahyat abis.
Ngomongin masalah lagu, hampir semua lagu di album ini adalah favorit gw. Dan lagu yang paling favorit menurut gw adalah “Torn”. Karena di lagu ini Natalie berhasil membawa ambiance buat lagu yang dinyanyiinya sendiri.
Selain itu juga gw suka banget sama lagu “Leave Me Alone” dan juga “Smoke” karena nuansa gelap yang penuh rasa kekecewaan dari kedua lagu ini berhasil dibangun sejalan dengan lirik lagunya itu sendiri. Beda dengan lagu “Wishing I Was There” yang penuh dengan nada ceria meskipun pesan yang tersirat tidak seceria alunan musiknya.
Vanessa Carlton – Be Not Nobody (2002)

Album favorit gw nomer dua adalah album “Be Not Nobody” milik Vanessa Carlton yang dirilis tahun 2002 silam. She was the new sensation of next young talented artist then. Selain suaranya oke banget, dia juga menulis dan mengaransemen sendiri lagu-lagu yang ada di album pertamanya ini (kecuali “Paint It Black” ditulis Phillip Jagger).
Kenapa kemudian gw memfavoritkan album “Be Not Nobody” ini??? Jujur ya, pertama kali gw denger lagu “A Thousand Miles” kemudian dilanjutkan single berikutnya “Ordinary Day”, gw yakin bahwa keseluruhan lagu milik Vanessa pasti enak didenger!!! Yupz, sekali lagi intuisi gw berkata benar!!! Album perdana milik Vanessa Carlton ini emang wajib dimiliki.
Selain dua lagu yang emang jadi andelan Vanessa, gw juga suka sama satu lagu laennya yaitu “Pretty Baby”. Lagu ini sebenernya simpel aja, cuma ingin menggambarkan perasaan seorang kekasih yang berharap kekasih hatinya jangan pergi karena dia sayang banget sama pacarnya itu. Perhatiin deh liriknya:
Pretty baby don’t You leave me
I have been saving smiles for You
Pretty baby why can’t You see
You’re the one that I belong to
Bukan cuma nuansa ceria ataupun childish aja yang bisa dihadirkan oleh Vanessa, tapi juga dia mampu membawa nuansa gelap dengan merubah aransemen lagu lama milik Rolling Stone “Paint It Black” menjadi amat sangat gelap bahkan terkesan penuh keputusasaan.
Overall, album “Be Not Nobody” milik Vanessa Calton ini layak buat didengerin sama siapa aja dan dimana aja!!!
Christian Bautista – Christian Bautista (2004)

Anak muda mana sey yang pada tahun 2004 nggak tergila-gila sama lagu “The Way You Look At Me” milik penyanyi Philipina Christian Baustista ini??? Wah, ternyata gw juga terkena demam itu, secara pada waktu yang bersamaan pula gw lagi sering banget dengerin lagu-lagu dari Josh Groban. Lagu-lagu di album ini dijamin nggak bikin bosen deh, karena gw udah ratusan kali muter CD-nya!!!
‘Cause there’s somethin’ in the way you look at me
It’s as if my heart knows you’re the missing piece
You make me believe that there’s nothing in this world I can’t be
I never know what you see
But there’s somethin’ in the way you look at me
Well, lets start with the first song: “The Way You Look At Me”. Lagu ini sebenernya ditujukan untuk kekasih hati yang punya cara memandang yang amat sangat istimewa. Di playlist terdapat versi orkestra dan akustik, tapi menurut gw nggak ada bedanya!!!
Sekarang kita beralih ke lagu nomer dua yang selalu jadi andelan gw kalo lagi nyanyi di kelas waktu jaman kuliah dulu. Apakah itu??? Yupz, lagu “Colour Everywhere” yang pernah juga menjadi soundtrack of my life waktu gw merasa jatuh cinta lagi.
Terus juga ada lagu lama yang dinyanyiin lagi sama Christian yaitu “Hands To Heaven”. Pokoknya kalo udah denger lagu ini kayanya hati tenang banget dan berasa diajak ke suatu tempat yang damai.
So raise Your hands to heaven and pray
That We’ll be back together someday …
Secara keseluruhan album ini amat sangat dianjurkan untuk dimiliki!!! Kalo ditanya alesannya apa, gw akan menjawab two tumbs up deh buat Christian Bautista karena udah memilih lagu yang bagus (termasuk lagu berbahasa Tagalog) dan pas untuk suaranya. Tau khan maksudnya???
Maliq & D’Essentials – 1st (2005)

Selera musik gw lagi-lagi mengalami perubahan!!! Setelah kerajingan dengerin musik RnB, HipHop dan tetep pastinya Pop, tahun 2004 menuju 2005 gw mulai menikmati musik jazz ringan ala anak muda seperti Jammie Cullum, Michael Buble sampe Ken Hirai.
Dan beruntung awal tahun 2005 muncul grup band baru asal negeri sendiri yang dengan lantang membawa nuansa baru dalam kancah permusikan di Indonesia. Mereka adalah Maliq & D’Essentials yang hadir dengan aroma jazz yang enak didenger sama kuping anak muda jaman sekarang.
Emang sey di album “1st” ini, tidak sepenuhnya terdengar alunan musik jazz. Mungkin karena faktor commercial yang membuat mereka harus tetap menampilkan musik pop manis di album perdananya ini.
Single perdana yang dijagokan di album ini adalah “Terdiam”. Sumpah, lagu inilah yang bikin gw makin jatuh cinta sama Maliq & D’Essentials. Ada juga lagu yang berirama up tempo yaitu “Lil Thing” yang amat sangat ear catchy banget dan selintas atau malah tanpa cela lagu ini jadi sangat mirip dengan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh artis-artis Amerika.
Angga – sang vokalis – juga terdengar sangat lihai memainkan nada-nada falsetto di lagu “Kangen”. Sementara itu, perkawinan antara musik jazz dan juga rap terdengar di lagu “Tandanya” yang berirama riang bahkan mengajak kita untuk bergoyang.
Ada satu lagu yang tidak tercantum dalam playlist di CD yang gw miliki. Awalnya gw juga bingung lagu ini koq nggak ada di playlist??? Selidik punya selidik, ternyata lagu ini emang belum punya judul alias “Untitled”. Meski nggak ada judul dan ditempatkan di akhir, namun “Untitled” ini jauh lebih enak didenger, mungkin karena lagu ini dimainkan secara akustik dengan lirik yang begitu mendalam.
Sebagai album perdana yang mencoba melawan arus trend musik di tanah air, album “1st” milik Maliq & D’Essentials ini wajib gw beri lima bintang!!!
Kerispatih – Kejujuran Hati (2004)

Siapa sey nggak bakalan tergila-gila sama lagu-lagu yang dibawain oleh Kerispatih di album perdananya yang bertajuk “Kejujuran Hati” ini??? Siapa juga yang nggak bakalan terhanyut ikut ke dalam cerita tentang perasaan rindu lewat “Lagu Rindu”??? Whoah … kalo loe melewati masa-masa itu, kayanya loe emang nggak pantes deh dibilang Mahapatih sejati!!!
Album yang satu ini penuh dengan bahasa cinta yang begitu apik dirangkai oleh Badai sebagai otak dari lagu-lagu keren milik Kerispatih. Bukan cuma itu, kelihaian Sammy, sang vokalis, dalam memainkan nada-nada tinggi namun tetep terkontrol membuat semua lagu di album perdana mereka ini menjadi begitu bernyawa.
Album yang dibuka dengan single “Kejujuran Hati” ini bercerita tentang perasaan seorang pemuja rahasia yang tak rela jika orang yang diincernya itu masih tetap menjadi milik pacarnya, dan selalu berharap si cewek suatu saat jadi miliknya.
Perasaan kesal, sakit hati dan juga kecewa yang sangat mendalam akibat perselingkuhan diuraikan secara gamblang di lagu “Cinta Putih”. Di sini, lagi-lagi kualitas vokal Sammy teruji dan terbukti dengan baik memainkan emosi jiwa dan berhasil memberi ruh untuk lagu ini.
Secara keseluruhan album perdana Kerispatih ini layak mendapat lima bintang dari gw!!!
Boyzone – Where We Belong (1998)

Perlu dicatat bahwa gw nggak pernah merasa malu untuk dengerin dan juga beli album dari grup vocal seperti Boyzone!!! Apalagi untuk memiliki album “Where We Belong” milik mereka yang dirilis tahun 1998 lalu.
Kenapa album ini kemudian menjadi salah satu koleksi album favorit gw??? Banyak banget alesan untuk bilang bahwa album ke tiga milik Boyzone perfectly done and also perfectly to hear!!! Pertama, ini emang full album penuh bahasa cinta. Kedua, musiknya easy listening banget. Ketiga, nggak ada alesan untuk nggak punya album ini!!!
Coba deh loe simak betapa dahsyatnya lirik yang tertulis pada lagu “All That I Need”:
You’re the air that I breathe …
You’re the words that I read
You’re the light that I see …
You’re love is all that I need …
Ada lagu laen yang menawarkan aroma yang berbeda. Sebut aja lagu “Picture of You” yang diperuntukan bagi soundtrack film Mr. Bean. Kalo dimengerti dari liriknya, lagu ini bercerita tentang persahabatan yang sangat kental. Mungkin persahabatan yang dimaksud adalah antara Boyzone dengan Mr. Bean itu sendiri?!
Seperti kebiasaan banyak boyband ketika merilis album, mereka nggak pernah bisa lepas menyanyikan milik orang laen. Dan Boyzone adalah jagoannya. Lagu lama milik Tracy Champman berjudul “Baby Can I Hold You” diubah sedemikian rupa sehingga terbangunlah cirri khas Boyzone dalam lagu ini.
Anggun – Anggun (1997)

Jangan pernah bilang bahwa artis/penyanyi Indonesia nggakkan pernah bisa bersaing di kancah permusikan internasional!!! State of mind seperti itu harus mulai dirubah jika loe udah mendengarkan, menikmati kemudian memiliki album internasional pertama milik Anggun C. Sasmi dengan judul album yang sama dengan namanya “Anggun”. Ini adalah album yang menjadi inceran sekaligus favorit gw karena di dalamnya gw bisa menemukan sosok Anggun dengan tampilan yang amat sangat berbeda ketika dia dulu masih berstatus sebagai lady rocker di tanah air.
Perubahan drastis yang amat sangat luar biasa bisa gw lihat dari cara dia bernyanyi di album ini terutama pada lagu “Snow On The Sahara” yang waktu itu menjadi single pertamanya. Suara ciri khas Indonesia yang amat sangat membumi itu tampak di lagu ini. Apalagi Anggun tak lupa menyertakan bunyi-bunyian dari alat musik negeri sendiri.
Kepiawaian Anggun dalam memainkan kata-kata di albumnya, menjadikan dia amat sangat berbeda dari yang lain. Coba dibandingkan dengan lagu-lagu berbahasa Inggris lainnya yang jika dibahasaindonesiakan akan sulit dimengerti, sementara lagu-lagu milik Anggun ini amat sangat mudah untuk diartikan dan dimengerti dalam bahasa Indonesia. Dia juga terlihat lihai menyanyikan lagu-lagu berbahasa Prancis.
Dari 16 lagu yang masuk di album ini, ada satu lagu yang menjadi favorit untuk selalu diputer. Lagu tersebut adalah “Life On Mars” ciptaan David Bowie yang bercerita tentang keinginan sang penulis untuk bisa tinggal di Mars sebagai rumah masa depan.
Ricky Martin – Ricky Martin (1999)

Sebenernya gw sedikit telat memiliki album Ricky Martin ini. Kenapa??? Pertama, karena gw nggak suka single pertamanya yang berjudul “Livin La Vida Loca”. Kedua, gw baru punya keinginan untuk membeli setelah tau bahwa single kedua dan ketiganya amat sangat easy listening dan mengena.
Single apakah itu??? Yupz, bener banget kalo loe menebak lagu “Private Emotion” yang dinyanyiin bareng Meja itu menjadi lagu favorit gw di album “Ricky Martin” keluaran tahun 1999 ini. Video clipnya juga keren abis, dimana Ricky Martin dan Meja berada di suatu tempat gelap dan membeku. Kemudian mereka mencair.
It’s a private emotion that fills you tonight
And the silence falls between us
And the shadows steal the light
And wherever you may find it
Wherever it may lead
Let your private emotion come to me
Come to me
Selain lagu itu, ada juga lagu laen yang jadi favorit gw, yaitu “She’s All I Ever Had”. Sumpah, kalo denger lagu ini dan lagi ngalemin hal yang sama dengan lirik lagu ini pasti loe bakal garuk-garuk tanah mengais-ngais memohon biar pacar loe balik lagi.
Kalo pada tahun 1999 akhir atau awal 2000 loe sering ikutin Prambors Top40, pasti loe akan tau bahwa single kedua yang masuk chart di radio itu adalah “Be Careful (Cuidado Con Mi Corazon)” yang dinyanyikan duet oleh Ricky Martin dan Madonna. Lagu ini serius banget tapi berhasil membangun emosi antara Ricky Martin dan Madonna.
Melly Goeslaw - Ada Apa Dengan Cinta OST (2002)

Berdasarkan survei kecil-kecilan yang gw lakukan pada jaman SMA kelas 3 tahun 2002 lalu, album soundtrack “Ada Apa Dengan Cinta” besutan Melly Goeslaw ini adalah album wajib punya buat semua anak SMA angkatan gw!!! Yaa … bagaimana nggak, hampir semua anak-anak SMA (termasuk gw) pada saat itu hafal dan punya album soundtrack dari film yang dibintangi Dian Sastro dan Nicholas Saputra ini!!!
Well, apa sey menariknya album soundtrack ini sehingga jadi album favorit buat gw??? Secara keseluruhan, semua lagu yang ada di dalamnya mewakili setiap detil cerita di filmnya itu sendiri.
Hanya namamu di hatiku
Jiwa dan raga takkan berdusta
Namun terkadang cinta terusik benci sendiri …
Lagu “Suara Hati Seorang Kekasih” menurut gw paling nendang dan menyentuh kalbu di antara sebelas lagu laennya di album ini. Coba perhatiin lagi deh lirik di atas. Gila, kebayang nggak tuh seorang Melly Goeslaw menulis lagu dengan penuh jiwa dan raga yang pastinya menghasilkan lagu yang oke banget dan pas scoring-nya untuk adegan di film ini.
Kita beralih ke lagu laen, yaitu “Bimbang”. Sumpah, lagu ini bener-bener bicara banget pada saat adegan dimana Cinta meresa bimbang sekaligus dilemma harus memilih teman atau pacar. Sekali lagi, Melly telah berhasil membangun dan menghidupkan setiap adegan sehingga mempunyai makna dengan lagu.
Dan lagu utama di soundtrack ini berjudul sama dengan judul filmnya, “Ada Apa Dengan Cinta” yang dinyanyikan Melly dengan Eric. Menurut gw lagu ini amat sangat touchy, tapi kalo keseringan denger bakalan bosen juga!!!
Shania Twain – Come On Over (1998)

Gw beli album Shania Twain “Come On Over” ini ketika gw masih menggerogotin bangku sekolah kelas 2 SMP. Waktu itu gw lagi keranjingan nonton Channel [V] yang sering banget muterin lagu favorit gw “You’re Still The One”. Dan emang sey gw mengakui kalo album Shania Twain yang satu ini wajib punya saat itu. Karena selain ada lagu “You’re Still The One” yang amat sangat mendayu-dayu dan penuh bahasa cinta, ada juga lagu berirama country ciri khas Shania yaitu di antaranya “When”, “Come On Over”, “Man, I Feel Like A Woman!!!” sampe lagu “That Don’t Impress Me Much”.
Jujur ya, awalnya gw nggak ngerti kalo jenis musik yang Shania tawarin di album ini adalah jenis musik country. Kayanya nggak ada bedanya tuh antara musik pop kreatif dengan musik country yang ada di album ini. Semuanya terdengar hampir sama dan nggak ada bedanya, paling cuma ada suara-suara gitar khas country aja.
Ada dua lagu favorit gw lainnya di album ini, yaitu “From This Moment” yang di video clipnya Shania terlihat anggun sekali dan “You’ve Got A Way” yang menjadi soundtrack salah satu film Hollywood.
Destiny’s Child – The Writing’s On The Wall (1999)

Perubahan selera musik gw terus berjalan seiring dengan hadirnya radio Indika FM yang kala itu baru aja di-launching pada tahun 2000. Pada masa itu ada satu acara yang selalu gw tunggu-tunggu di Kamis malem: RnB HipHop Night dari jam 23.00 – 02.00. Gw rela kesiangan pada pagi harinya demi bisa menikmati lagu-lagu RnB dan HipHop yang emang pada awal tahun 2000 lagi booming. Pastinya yang paling gw tunggu adalah lagu milik Destiny’s Child “Say My Name”.
Nggak mau kalah dong dengan radio Indika yang udah lebih dulu punya lagu itu, akhirnya gw memutuskan untuk membeli album “The Writing’s On The Wall” milik Destiny’s Child beberapa saat kemudian.
Sumpah, begitu gw pertama kali puter intro nomer satu dilanjutkan lagu “So Good”, mendadak gw berasa lagi ada di kawasan Afro!!! Lagu ini juga salah satu lagu favorit gw selain “Say My Name”.
Kalo didenger secara seksama dan penuh penghayatan, semua lagu yang ada di album ini amat sangat tipikal sekali bahkan hampir nggak ada bedanya satu sama lain. Nggak ngerti deh maksudnya apa??? Tapi yang jelas di album ini Destiny’s Child masih lengkap dengan formasi awal: Beyonce Knowles, Kelly Rowland, Le Toya Luckett dan La Tavia Roberson.
Menurut pandangan mata gw waktu itu, beberapa lagu yang dijadikan single selalu jadi nomer satu di chart Billboard RnB dan banyak chart di dunia. Sebut aja “Say My Name”, “Bills, Bills, Bills”, “Bug A Boo”, sampe “Jumpin Jumpin”.
Sayang sekali karena keangkuhan Beyonce dan keluarganya yang menjabat sebagai produser dan manager, akhirnya Le Toya dan La Tavia keluar dari Destiny’s Child. Sementara Kelly Rowland tetep bertahan karena dia adalah sepupu Beyonce.
Linkin Park – Meteora (2003)

Sebenernya gw suka banget sama Linkin Park dari awal mereka mengeluarkan album pertamanya “Hybrid Theory” di tahun 2001. Tapi berhubung waktu itu gw lagi males banget buat beli kaset/cd original, so, gw punya versi bajakannya aja itu pun boleh ngopi dari temen kampus bernama Tatang!!!
Album berikutnya pasti original dong!!! Yaa benar!!! Album “Meteora” yang dirilis oleh Linkin Park tahun 2003 ini emang nggak boleh dilewatin kalo loe pergi ke DiscTara atau toko kaset laennya, pada waktu itu!!! Kenapa??? karena lagu-lagu yang dibikin oleh kumpulan cowok-cowok sangar ini beneran nendang abesh!!!
Gw kasih contoh ya, lagu “Faint” yang video clipnya sumpah keren abesh!!! Ada lagi neh lagu “Numb” yang bercerita tentang kebosanan menjadi seseorang yang selalu didikte orang laen. Cuma itu aja??? Jangan khawatir, masih ada lagu “Somewhere I Belong” yang menjadi single perdana di album ini.
Satu hal lagi yang bikin album “Meteora” ini jadi favorit buat gw adalah design covernya yang amat sangat kreatif abesh!!! Emang sey selama ini anak-anak Linkin park selalu dikenal sebagai anak band yang penuh dengan daya kreasi tinggi dan bermutu.
Westlife – The Love Album (2006)

Awalnya, gw nggak sengaja denger lagu lama yang ternyata dinyanyiin ulang sama Westlife ketika gw sama mas Aldy berkunjung ke sebuah toko kaset legendaris di daerah Jalan Sabang, Jakarta. Waktu itu yang diputer adalah lagu lama berjudul “All Out of Love” yang merupakan duet antara Westlife dan Delta Goodrem. Enjoy banget deh gw saat itu ketika lagu itu diperdengarkan di toko yang terlihat sempit namun punya koleksi album lengkap itu.
Terus … terus … nggak lama setelah itu gw jadi sering denger lagu “The Rose” yang nyanyi juga Westlife diputer di acaranya Rudi Dahlan, Telkomsel Love Song, sekitar bulan Januari 2007. Kalo nggak salah waktu itu FeMale jadi official media partnernya, jadi lagu itu adalah lagu wajib putar di sana.
Makin penasaran dong, koq aransemen baru versi Westlife enak didenger ya??? Akhirnya gw memutuskan untuk membeli CD-nya. Wah sumpah, gw nggak kecewa dan surprise aja!!! Secara Westlife tinggal berempat tapi mereka masih tetep eksis bahkan jauh lebih bagus ketimbang waktu masih ada si Bryan.
Di album “The Love Album” ini, Westlife mencoba membuktikan kembali kepiawaiannya dalam me-recycle lagu lama yang populer di jamannya. Sebut aja lagu “You Light Up My Life” yang dibuat sangat kekinian dalam versi Westlife. Pastinya lagu favorit gw di album ini adalah “You Are So Beautiful To Me”. Lagu ini dijamin pas banget deh untuk menyatakan perasaan kepada orang yang kita sayang.