Kenapa Ini Harus Terjadi Lagi Pada Gw???
Thursday, January 31st, 2008Kamis, 31 January 2008
Semua kekacauan dalam diri gw berawal pada pagi ini!!! Whoaaahh … sekarang gw mau serius neh ceritanya!!! Pasti loe bertanya-tanya khan, ada apakah gerangan dengan diri gw dan apa yang terjadi sehingga gw merasa kacau??? Tenang-tenang, semua orang dapet jatah buat gw ceritain di postingan blog gw kali ini!!! J J J
Begini ceritanya …
Ini semua bermula dari selepas gw menunaikan tugas mulia sebagai mister on the mix di acara komersil di radio. Seperti biasa jam 02.00 pagi waktu Indonesia barat atau biasa disingkat WIB, hati gw udah mulai bersorak-sorai karena akan segera meninggalkan bangku penyiksaan itu dan melupakan segala directions dari sang voice director.
Yup, nggak lama setelah itu akhirnya posisi gw digantikan oleh seorang maestro kuis bertubuh tambun. Terus, gw nganterin mbak Lala yang udah lemah tak berdaya dan tak bersuara untuk segera pulang ke rumahnya. Sehabis itu gw balik lagi ke kantor karena sesuai jadwal yang tertera di meja receptionist untuk hari Kamis ini yang kebagian jadwal mixing Sketsa adalah gw.
Oke, nggak ada masalah dengan jadwal itu karena emang setiap minggunya gw selalu meluangkan waktu gw untuk mixing Sketsa, meski entah mengapa pekerjaan yang menyita banyak waktu itu sepertinya nggak pernah dihargai dengan uang sedikitpun?!
Nggak tau kenapa dari awal mula gw naek ke lantai dua tepatnya di ruang produksi, perasaan gw udah nggak enak. Intuisi gw bahkan sempat berkata: “Jangan lakukan itu … Itu bakalan sia-sia aja buat loe!!!”
Jujur, gw mengabaikan kata hati gw itu. Kenapa??? Karena menurut gw saat itu deadline jauh lebih penting daripada mengurusi kata hati. Jadi, tanpa tedeng aling-aling dan tanpa pikir panjang pun gw langsung beranjak naik ke ruang produksi, menyalakan komputer, mencari skrip Sketsa, mencari file VO, dan dilanjutkan proses editing sekaligus mixing.
Ditemani oleh Miss Dada yang saat itu sedang siaran dan merayu-rayu seksi, gw melanjutkan pekerjaan gw dalam mengolah dan memadupadankan (bahasa Inggrisnya mixing) banyak file audio menjadi satu file baru yang utuh.
Sketsa yang gw kerjakan tadi pagi buta adalah milik bapak Asisten BSO yang diberi judul “Thamrin”. Hahahaha … jadi inget sama si Thamrin anak Falcon yang udah lama keluar karena mau serius skripsi. Eeehh, ternyata bukan Thamrin aja yang jadi objek penderita di Sketsa itu, ada tiga nama anak Falcon laennya yang diikutsertakan. Mereka adalah Zilham, Nungki, dan Ditha. Sayang, tiga nama terdepan udah nggak kerja lagi.
Berhubung gw mixing Sketsa itu di saat orang laen lagi enak tidur alias pagi buta, jadi wajar dong kalo gw merasakan kantuk yang amat sangat. Dan emang bener, gw ngantuk berat!!! Mungkin karena Rabu sore gw terlalu asyik bermain dengan beban-beban berat saat gw latihan di gym, jadi bukan hanya ngantuk tapi juga kelelahan yang gw rasakan.
Kalo boleh jujur sey, gw lebih memilih mixing apapun di siang atau sore hari biar ide dan pikiran gw lebih fresh. Tapi berhubung si pemilik ruang produksi sepertinya agak enggan melepaskan pantatnya dari sana jadi amat sangat sulit sekali untuk gw bisa mengerjakan apapun di ruang produksi itu pada siang atau sore hari. Dan pilihan yang tersisa adalah mixing di pagi buta.
Karena emang lagi ngantuk berat plus kelelahan yang amat sangat, gw merasa pagi buta ini udah payah banget deh!!! Susah konsentrasi, hilang arah, bahkan kepikiran untuk segera pulang!!! Sepertinya secara perlahan gw membunuh diri gw sendiri!!!
Bayangin, gw memulai proses editing sekaligus mixing itu dari jam 02.15 dan baru selesai jam 04.15. Fiugh …dua jam aja gitu gw berkutat dengan banyak file hanya untuk menghasilkan satu file baru berdurasi sekitar 11 menit. Kalo aja gw nggak ngantuk dan nggak kecapean serta bisa konsentrasi pasti nggak akan selama ini!!!
Dua jam dalam proses mixing emang nggak terlalu bermasalah buat gw yang emang nggak jago-jago amat dalam mixing. Tapi kok lama amat yaa??? Selama proses itu pula gw masih merasa fun dengan diri gw sendiri dan pekerjaan yang gw tangani saat itu, bahkan gw pengen nunjukin bahwa gw yang belajar mixing secara otodidak ini bisa mixing dengan baik dan benar serta layak putar.
Jam 04.09 ketika semua file telah berhasil gw susun dalam tujuh tracks sekaligus, gw udah merasa tenang dan berharap bisa segera pulang. Susunan file tersebut lalu gw mixdown yang kemudian akan menghasilkan satu file baru yang utuh. Prosesnya hanya sebentar, cukup satu menit merangkai.
Dan inilah awal dari kekacauan dalam diri gw pagi buta ini!!! Ketika gw hendak saving di folder Sketsa Motivasi Januari 2008 pada komputer di ruang siar yang terhubung lewat LAN, betapa terkejutnya gw ketika menemukan satu file dengan judul yang sama “Thamrin” yang terletak di sub-folder hari Rabu.
Anjriiiittt … Babi bunting … Sapi gilaaaaa … !!!
Kenapa gw bisa dengan bodohnya mixing satu file sama yang ternyata udah tayang di hari Rabu (30/1) kemarin??? Kenapa gw nggak perhatiin dulu file mana aja yang udah tayang di hari sebelumnya dan mana yang belum tayang??? Kenapa gw dengan enaknya langsung mengambil keputusan bahwa skrip yang ada di atas mixer itu adalah skrip yang harus gw mixing tapi ternyata udah tayang??? Kenapa nggak ada yang bilang bahwa skrip dan file VO itu udah tayang???
Emosi, kesel dicampur-aduk jadi amarah yang nggak ada penyelesaiannya!!! Wajar dong gw jadi kebawa emosi karena gw pikir buat apa gw capek-capek dua jam mixing kalo ternyata Sketsa dengan judul “Thamrin” udah tayang kemaren???
Terus kalo udah begini salah siapa??? Gw pasti salah karena gw adalah orang terakhir yang memproses sketsa itu. Terus kenapa skrip sketsa itu dibiarkan ada di atas mixer??? Kebiasaan gw dan beberapa temen laennya adalah skrip yang tergantung di ruang produksi adalah skrip sebagai panduan kita untuk mixing sketsa hari berikutnya.
Jadi, salah nggak gw kalo mengambil keputusan bahwa skrip berjudul “Thamrin” yang sengaja diletakan di atas mixer itu adalah skrip untuk sketsa yang akan tayang hari Kamis ini dan harus gw mixing???
Gw lalu bergegas turun ke bawah dan melihat jadwal pembuatan Sketsa untuk bulan Januari ini. Ternyata ini bener-bener udah diubah. Apa yang tertulis di jadwal ternyata nggak sesuai dengan apa yang gw lihat di folder Sketsa Januari 2008 di komputer ruang siar.
Pertanyaan gw sekarang adalah: buat apa dibikin jadwal yang tersusun rapi kalo pada pelaksanaannya berantakan dan menyulitkan gw pagi buta ini??? Kenapa kalo mau tukeran jadwal Sketsa, orang yang bersangkutan nggak konfirmasi atau meninggalkan memo di jadwal tersebut???
Jujur aja, hal ini bikin gw jadi trauma untuk mixing lagi. Bulan Desember lalu gw dibikin pusing oleh Mr. Buatnya karena dia dengan enaknya meninggalkan skrip Sketsa tanpa di take vocal (VO) terlebih dahulu. Hari Jumat pekan lalu, gw kembali lagi dibikin pusing gara-gara si Rizal pergi tanpa mem-VO sketsanya sendiri. Dan pagi ini lebih dari sekedar pusing, gw stress karena ternyata Sketsa yang gw mixing udah tayang kemaren dan nggak ada satupun keterangan untuk file pengganti.
Harapan gw sebagai orang terakhir yang memproses Sketsa adalah patuhilah jadwal yang telah dibuat!!! Kalo pun mau tukeran jadwal, please beri konfirmasi dan keterangan biar gw dan temen-temen lainnya yang mixing tau dengan jelas file mana yang harus dikerjakan!!! Kalo semuanya lancar khan kita sama-sama enak!!!