Archive for April, 2008

Hari Ini Untuk Masa Depan

Wednesday, April 30th, 2008

Rabu, 30 April 2008

Hari ini tanggal 30 April 2008, untuk kesekian lamanya akhirnya gw berkesempatan dipanggil oleh sebuah perusahaan yang memiliki banyak network besar di Indonesia. Pastinya loe tau dong kenapa gw dipanggil?! Yaa tentunya untuk melalui proses rekrutmen pertama yaitu psikotes dan interview.

Nggak ada persiapan khusus yang mesti gw lakukan. Tapi dari hari Selasa kemarin setelah meeting dengan klien, gw menyempatkan diri untuk sekedar membeli sepasang sepatu kerja. Bukan cuma itu, gw juga melengkapinya dengan membeli sebuah kemeja berwana dasar putih bergaris orange/biru dan juga sebuah ikat pinggang.

Sebenernya sey koleksi kemeja lengan panjang yang gw punya lumayan bervariasi, tapi kali ini gw pengen mengenakan warna putih dengan aksen garis orange/biru aja. Kalo sepatu kerja karena sepatu gw dipinjam oleh seorang teman yang belum mengembalikannya, jadi mau nggak mau gw harus beli baru. Sementara ikat pinggang hanya sekedar untuk melengkapi aksesoris aja.

Balik lagi ke permasalahan hari ini!!! Berdasarkan informasi yang gw terima dari seorang resepsionis yang kemarin menelpon gw mengatakan bahwa segala macam test termasuk interview akan dilaksanakan jam 08.30 pagi waktu Indonesia Bagian Jl. Thamrin. Perlengkapan pun harus gw persiapkan, diantaranya adalah pinsil 2 B, pulpen dan penghapus.

Udah dari jam 04.30 gw bangun dan segera mempersiapkan segala sesuatunya meskipun untuk urusan pakaian udah ditangani oleh nyokap. Emang sengaja tadi malem gw tukeran jadwal operator dengan Tyo biar gw bisa melenggang bebas di alam tidur dan bisa bangun pagi. Pokoknya pagi ini gw udah merasa siap dengan segala hal yang akan gw hadapi nanti di tempat tujuan gw itu.

Karena jarak tempuh antara Depok Utara dan Jl. Thamrin amat sangat jauh, jadi gw putuskan untuk berangkat dari rumah jam 05.30. Jujur aja, ini adalah pertama kalinya dalam 2,5 tahun terakhir gw berangkat pagi untuk tujuan mulia: mencari pekerjaan yang sesuai dan layak untuk gw kerjakan. Loe tau sendiri khan, jarak rumah gw dan kantor gw yang sekarang hanya memakan waktu 7 menit perjalanan naik motor!!!

Dengan pakaian lengkap dan rapi layaknya orang yang beneran kerja di kantoran, gw melangkah dengan pasti dan penuh percaya diri. Apalagi didukung dengan sepatu baru yang terlihat kinclong dan pas dipakai, tambah percaya diri lagi gw!!! Bener-bener beda jika dibandingkan pola pakaian gw saat pergi ke radio tempat gw siaran. Hanya mengenakan kaos dan celana bermuda aja, santai!!!

Berhubung masih pagi, jadi angkot yang gw tumpangi juga masih lambat untuk bergerak cepat. Sebentar-sebentar berhenti untuk menunggu penumpang. Rada kesel juga sey karena gw khawatir kalo-kalo sampe terminal Depok gw nggak bisa menemukan patas Depok – Tanah Abang bertengger di sana. Alhamdulillah semuanya lancar jaya!!!

Setibanya di terminal gw langsung menemukan patas inceran gw. Tapi sayang, semua bangku udah penuh terisi, jadi mau nggak mau gw harus berdiri manis sekaligus diliatin banyak orang karena gw adalah orang pertama yang berdiri di patas itu tadi pagi. Di tengah keriuhan orang ngorok, gw berdiri tegap dan sesekali berharap akan ada orang yang cepat turun.

Macet dimana-mana!!! Itulah pemandangan terlalu biasa pagi ini. Karena gw nggak kerja di daerah Jakarta, jadi itu adalah pemandangan yang menarik untuk diteliti kenapa Jakarta bisa semacet itu pagi ini??? Sepanjang perjalanan berdurasi sekitar dua jam gw mencoba untuk tegar dan tegap berdiri di dalamnya. Bus patas bertarif Rp 5.000,- per orang itu akhirnya sampai juga membawa gw ke tempat tujuan.

Setibanya di kantor itu gw melihat baru beberapa orang aja yang hadir, mungkin karena pada saat gw sampai baru jam 08.00. Rasanya mulut dan tenggorokan seret banget!!! Pengen minum takut kebelet kencing mulu, nggak minum eeh malah haus kering kerontang gini!!!

Peserta interviewee hari ini berjumlah 20 orang aja yang datang satu per satu. Ada yang datangnya kecepetan seperti gw, ada juga yang datang dengan (pakaian) santainya hingga ada juga yang datang terlambat. Ada masih kuliah, ada yang baru lulus kuliah, ada yang sambil kerja, ada juga yang punya tampang “tua”. Pokoknya variatif deh!!!

Pada sesi pertama semua peserta yang hadir diberikan 3 lembar form mengenai jati diri interviewee. Kurang lebih ini berisi mengenai data identitas diri, pengalaman kerja, kontak referensi, hingga pernyataan ketertarikan pada pekerjaan.

Sebenernya pada sesi pertama ini belum ada kejelasan apakah ada tahapan berikutnya setelah mengisi form itu karena nggak ada satu pun pihak HRD hadir di ruang itu. Lumayan lama menunggu. Tapi kondisi ini justru menguntungkan mereka yang telat datang karena belum ada pengawas atau pihak HRD di sana.

Nggak lama seorang wanita berwajah oriental datang dan menyapa kita semua. Rupanya dia adalah salah seorang konselor HRD di perusahaan ini. Sebagai pembuka dia menerangkan apa dan tujuan kita dipanggil ke kantor ini. Selain itu, dia juga menjelaskan berbagai usaha korporat ini di Indonesia. Gw sempat tercengang begitu mendengar penjelasannya karena ternyata banyak brand internasional yang amat sangat luxurious dan terkenal dipegangnya untuk pasar Indonesia. That’s good!!!

Setelah itu dan di setiap sesi dia menjelaskan sedetil mungkin segala seluk beluk permasalahan di setiap bagian psikotest hari ini. Mendadak gw jadi inget waktu jaman kuliah atau pas kursus di LIA dulu, persis banget!!! Dengan kelas kecil, suara yang rame hanya pada barisan belakang, pengawas menjelaskan ini-itu sampe tuntas hingga persoalan pribadi yang terkantuk-kantuk karena lamanya durasi psikotest.

Sesi pertama dibuka dengan test ketepatan kepribadian. Gw nggak tau istilahnya apa, tapi yang gw inget pada test itu masing-masing nomor soalnya terdapat 2 pernyataan harus kita pilih dengan pertimbangan mendekati kepribadian kita. Lambang-lambang yang gw inget adalah → ↑ ← ↓.

Meski mudah dan hanya menyocokkan dengan kepribadian, gw sendiri nggak ngerti apa maksud dan tujuan psikotes jenis ini?! Kenapa??? Karena dari nomer 001 – 100 terdapat banyak sekali pernyataan yang sama tapi dipasangkan dengan pernyataan lain sehingga menyebabkan gw dilemma untuk memilih mana yang terbaik.

Selanjutnya adalah sesi test pernyataan perbandingan, imajinasi kotak-kotak, perhitungan acak, menghafal kata, menggambar pohon, menggambar orang dengan kegiatan, menggambar pada kotak yang disediakan dan menambahkan jumlah.

Pada sesi terakhir yaitu menambahkan jumlah, gw terpaksa harus mengakui kelihaian berhitung seorang interviewee bernama Bryan. Kenapa??? karena pada saat peserta lain masih berkutat di kertas pertama dan halaman pertama, dia justru udah minta kertas kedua. Empat jempol sekaligus deh buat si engkoh yang satu ini!!!

Fiugh … sejujurnya, ini adalah proses awal rekrutmen paling lama untuk sesi psikotest. Start jam 08:30 finish jam 16:30. Yaa, anggep aja latihan psikotest gratis yang diawasi oleh professional sekaligus berharap-harap cemas akan kepastian pada tahap berikutnya.

Jam 16:30 selepas psikotest pikiran gw udah makin mumet aja. Pengen buru-buru pulang dan sampe kamar terus tidur. Ngantuk banget!!! Sayang seribu sayang, bus patas tujuan Depok melenggang dengan asyiknya saat gw masih berada di kejauhan sana. Terpaksa gw mesti menunggu lebih lama lagi di tengah rintik gerimis di kawasan Thamrin.

Baru sekitar jam 17:10 pas regular jurusan Depok datang menghampiriku. Beruntung gw masih bisa duduk. Tapi nggak beruntung karena gw terpaksa jadi orang yang terhimpit di bangku tiga penumpang itu. Lebih nggak beruntung lagi karena gw nggak bisa pulang cepet akibat kondisi jalan Thamrin – Sudirman – Gatot Soebroto padat merayap.

Lebih parah lagi ketika patas yang gw tumpangi melintasi kawasan Pasar Minggu. Nggak ada satu pun mobil yang bergerak lancar, semuanya diam sambil bersaut-sautan membunyikan klakson. Kondisi underpass Pasar Minggu macet total. Semua mobil stuck di tempat yang sama selama setengah jam. Lalu bisa perlahan berjalan meski masih tersendat-sendat.

Gw yang sebelumnya tertidur pulas mungkin sampe ngigo, lalu tersadar dari mimpi karena panas melanda. Pantat udah mulai cenut-cenut karena capek duduk, badan rasanya udah mau rontok, kepala keleyengan. Dapet tempat duduk gw merasa bersalah pada diri gw karena jadi capek, nggak dapet duduk juga jadi jauh lebih capek harus berdiri.

Sisa perjalanan gw habiskan dengan mengerang kesakitan dan kepegelan. Sambil sesekali tertidur pulas hingga akhirnya gw dibangunkan oleh sang kenek karena udah sampai di terminal Depok.

Sekarang yang ada pada diri gw adalah segala harapan penuh akan kelanjutan hasil psikotest hari ini. Akankah semua yang gw kerjakan akan berdampak baik pada diri gw??? Jawabannya silahkan tunggu dua minggu lagi dari sekarang.

Doakan saya yaaa!!!

Dude, The Job Is Mine Too!!! Please, Don’t Bother!!!

Monday, April 28th, 2008

Senin, 28 April 2008

Suatu kali gw pernah membaca sebuah tulisan di blog seorang teman di Friendster. Di sana dia menggambarkan betapa dirinya tengah dilimpahi begitu banyak rejeki dan juga pekerjaan yang dia sendiri nggak bisa menanganinya. Di postingan ini dia juga menjelaskan betapa mudahnya dia mengeluarkan banyak rupiah dari hasil pekerjaannya itu. Saat itu gw hanya berpikir, wah pasti orang ini hebat banget dong bisa mendapatkan apa yang dia mau!!!

Namun begitu membaca postingan blog berikutnya yang diposting selang beberapa hari kemudian, gw menemukan betapa dia (sulit) menerima kekalahan karena dirinya nggak bisa menerima dan mendapatkan apa yang (mungkin) seharusnya jadi miliknya. Di sana dia seakan menyalahkan banyak orang yang patut dicurigai karena mendukung gagalnya rencana pencapaiannya itu.

Dua kejadian berbeda dari satu orang yang sama. Amat sangat bertolak belakang satu sama lain. Bisa dibilang manusiawi karena dalam hidup kita harus berjuang. Tapi apakah kita lalu menjadi sulit menerima kenyataan bahwa nggak selamanya sesuai dengan apa yang kita ingin dan rencanakan???

Dari sana gw belajar, ternyata ini yang namanya dinamika hidup dalam bekerja. Di satu sisi mungkin kita harus jauh lebih banyak berkorban (dan mengorbankan orang lain) untuk mendapatkan apa yang kita mau, di sisi lain kadang kita sulit menerima kenyataan bahwa apa yang seharusnya kita dapat malah dimiliki orang lain.

Gw jadi ingin sedikit bercerita tentang kelakuan salah seorang teman gw di kantor. Dari segi kemampuan dan penghasilan yang dia peroleh jelas banyak sekali perbedaan tercipta di sini di antara dia dan banyak temen-temen lainnya. Tapi entah mengapa yaa semua pekerjaan terutama yang akan menghasilkan rupiah, seakan-akan dia nggak rela jika orang lain, termasuk temannya sendiri yang mendapatkannya.

Segala cara dia tempuh untuk merebut ke pangkuan ibu pertiwi. Mulai dari sok meyakinkan bahwa jadwal sudah terbuat dengan pasti meski tanpa persetujuan atasan, menelikung teman dan sengaja menusuk dari belakang. Bahkan yang nggak gw abis pikir adalah caranya dia yang melobby sekaligus mengacaukan pikiran klien yang udah setuju akan menggunakan orang-orang yang udah ditetapkan semula.

Gw sey pada dasarnya nggak bermasalah jika emang dia yang jauh lebih pantas untuk mengisi tempat itu dibandingkan gw atau teman-teman lain. Tapi please deh, caranya itu lho murahan banget!!! Nggak professional, kampungan, udik, nggak punya attitude!!! Yaa … harap maklum deh baru kenal Jakarta jadi masih kebawa aura kampungannya.

Kalo pun dia yang mengisi posisi itu apakah dia sanggup menerima konsekuensi karena meninggalkan pekerjaan utamanya di kantor??? Apakah dia nggak kepikiran bahwa dia memaruk kerjaan??? Apakah nantinya semua pekerjaan bisa diselesaikan sesuai order??? Yang ada sekarang justru orang-orang beranggapan bahwa dia amat sangat egois dan menunjukan tabiat aslinya yang amat sangat buruk dan nggak punya attitude.

Pengen tampil sey boleh-boleh aja, tapi perbolehkan juga dong temen-temen lainnya untuk bisa tampil dan merasakan tampil. Jangan semuanya harus jadi milik sendiri!!!

Once Again, I Did My Time!!!

Saturday, April 26th, 2008

Sabtu, 26 April 2008

Ada yang aneh rasanya ketika gw harus menginjakkan kaki dan berada di ruangan itu lagi. Nggak ada lagi suara Firman Fauzan yang sesekali terdengar jutek keluar dari perangkat siar yang gw pandangi. Sementara yang ada hanyalah suara penyiar lain yang menggantikan posisi gw di sana.

Ya, gw kembali lagi harus berada di ruangan itu. Bukan untuk menjadi penyiar yang suaranya berkoar-koar di udara Jakarta Raya, bukan juga untuk menjadi seorang produser yang kerjaannya hanya mencatat segala kesalahan penyiar tanpa memberi solusi pintar secara instan.

Sekarang gw hanya menjalankan peran gw sebagai mixer operator untuk kepentingan pihak ke tiga di kantor. Tugas gw hanya memainkan dan memadupadankan suara-suara hasil dari komputer agar bisa sesuai dengan keinginan sang Voice Director ataupun host acara tersebut.

Ini bukanlah suatu hal yang aneh apalagi baru, karena jauh sebelum hari ini tiba pun gw udah berkutat dengan peran gw yang satu ini. Yang membuat gw merasa aneh dan belum terbiasa adalah mungkin karena kebiasaan selepas siaran gw langsung melanjutkan kerjaan gw dengan mengoperatori penyiar berikutnya di acara komersil itu. Tapi sekarang nggak ada lagi jadwal siaran untuk gw, jadi segala persiapan untuk acara komersil tersebut harus gw lakukan setelah mendepak penyiar sebelumnya.

I DID MY TIME!!!

YES, I DID!!!

Kalo boleh jujur, sebenernya gw merasa kecewa ketika tadi malam (Jumat Malam) gw mendengarkan acara gw itu dipegang oleh orang laen. Mereka dengan seenaknya merubah pola/skena siar yang selama ini udah gw perjuangkan. Mereka bener-bener merombaknya menjadi layaknya acara request time. Sepanjang acara hanya berisi kirim salam dan request lagu dari pendengar. Ini bener-bener jauh dari apa yang udah gw terapkan.

Nggak mungkin banget kalo seandainya mereka beralasan nggak mengerti sama sekali dengan pola siar di acara itu. Kenapa??? Karena salah seorang di antaranya adalah partner siaran gw di hari Jumat. Kenyataannya sekarang adalah mereka menampilkan acara dengan konsep yang sama dengan acara sebelumnya. Nggak ada beda dan nggak mengikuti struktur yang udah gw coba bentuk.

Selain itu juga ketika gw melihat daftar lagu yang mereka mainkan, ternyata hanya beberapa saja yang mereka mainkan berdasarkan Otomatisasi Mozaik Playlist. Sisanya mereka menggunakan sistem find files. Gw bisa memahami bahwa susunan lagu pada Mozaik Playlist malam itu emang nggak ada yang nyaman untuk didengar. Tapi sayang “Yang Maha Kuasa” nggak mau memahami apa yang gw alami Rabu malam itu!!!

Jadi menurut gw percuma aja bu Boss menulis besar-besar di hadapan monitor yang berisi peringatan keras untuk penyiar agar selalu memaksimalkan penggunaan Otomatisasi Mozaik Playlist, sementara dalam prakteknya masih aja terdapat penggunaan sistem find files untuk berbagai kepentingan di antaranya request pendengar terbanyak.

Once again, I DID MY TIME!!!

Yes, I DID!!!

Saat ini gw emang sedang menikmati sendunya memiliki rasa kehilangan. Gw harus menghilangkan potensi diri yang udah dimanfaatkan kantor ini selama hampir dua tahun. Mungkin bukan menghilangkan, tapi harus segera memperbaiki kualitas performa siaran gw jika nanti diberi kesempatan lagi.

Kesempatan lagi??? Akankah ada kesempatan untuk gw lagi??? Akankah ini hanya berlangsung sementara atau bahkan untuk selamanya??? Atau haruskah gw terdiam menunggu kesempatan di tempat yang sama sementara di tempat lain ada banyak kesempatan besar terbuka??? Jawabannya hanya Tuhan yang tau!!!

Semangat Firman Fauzan!!!

Gw Hanya Seorang Pecundang Sejati Bukan Pemberontak!!!

Friday, April 25th, 2008

Jumat, 25 April 2008

Sejenak gw berpikir dan merenungkan atas apa yang menimpa gw belakangan ini. Dimulai dari keteledoran gw yang lupa memindahkan file Sketsa dari komputer produksi ke komputer iklan, lalu gw terlalu asyik menikmati hangatnya bantal di kamar hingga gw lupa datang ke kantor untuk meeting dan operator.

Persoalan yang gw sebut tadi di atas telah bisa diselesaikan dengan baik, meski pada akhirnya gw harus menyerahkan beberapa tanda tangan gw di atas “Buku Hitam” dan surat pertanyaan telah berbuat “salah administrasi”. Di hadapan bu Boss pun ketika itu gw mengakui segala kelalaian gw sebagai anak buahnya.

Rabu kemarin kembali lagi kemalangan menimpa gw. Gw melakukan kesalahan secara sadar meski menurut gw kesalahan itu nggak terlalu fatal akibatnya karena sejauh ini siaran tetap berjalan lancar. Tapi berhubung “Yang Maha Kuasa” pada saat itu ternyata sedang terjun langsung memantau output siaran dari para jongos-jongosnya termasuk gw, akhirnya ditemukanlah bahan empuk atas kesalahan yang gw perbuat.

Hasilnya, sebuah omelan pedas berdurasi sekitar tiga menit langsung datang dari mulut bu Boss yang juga kena omel dari “Yang Maha Kuasa”. Keadaan ini akhirnya membuat kondisi mental dan kejiwaan gw yang sedang siaran menjadi kacau balau dan hilang arah. Hasilnya akhirnya bisa ditebak, siaran gw makin berantakan di 30 menit terakhir.

Selain shock therapy yang emang bener-bener telah membuat gw shock serta hilang selera hidup, gw juga diminta bu Boss untuk segera membuat laporan pertanggungjawaban tertulis atas apa yang gw putar malam itu. Sisa malam itu akhirnya gw lalui dengan perasaan penuh kesal pada diri gw sendiri dan merasa bahwa emang gw telah melanggar system yang telah dibuat.

Lalu kemudian pada meeting Kamis kemarin atas order dari “Yang Maha Kuasa”, bu Boss “terpaksa” merombak semua jadwal siaran regular dengan meniadakan nama gw di jadwal siaran manapun. Yang tersisa untuk gw hanyalah jadwal operator di beberapa acara komersil. Adapun alasannya diberlakukan jadwal ini karena announcing skills gw menurut “Yang Maha Kuasa” amat sangat buruk dan nggak layak untuk on air.

Bu Boss juga menjelaskan bahwa pada dasarnya kesalahan gw awalnya hanya terletak pada ketidakpatuhan gw menggunakan Mozaik Playlist secara utuh selama siaran dan mengkombinasikan/mengganti dengan penggunaan find files. Harus gw akui bahwa dua lagu yang gw puter itu nggak pernah ada secara resmi di log lagu manapun. Lagu itu gw mainkan dengan pertimbangan request pendengar dan kepopuleran lagu itu di Jakarta saat ini. (Kadang gw juga suka heran kenapa radio yang jangkauan utamanya untuk Jakarta Raya tapi selalu telat bahkan nggak punya lagu-lagu yang saat ini popular?!)

Bu Boss melanjutkan bahwa permasalahan ini makin berkembang ketika “Yang Maha Kuasa” mendengar output siaran gw yang buruk, hingga akhirnya keluarlah keputusan itu. Padahal kalo aja dia tau dan mau mengerti betapa tertekan dan kacau balaunya gw pada saat siaran harus mendapat omelan keras dari bu Boss, pasti hal ini nggak akan pernah terjadi.

Persetan dengan profesionalitas!!! Toh, bu Boss juga selalu kacau tiap kali siarannya dipantau atau ditegur oleh “Yang Maha Kuasa”. Tapi gw sadar bahwa yang namanya boss besar apalagi pengalamannya udah lebih dari 30 tahun itu pasti akan selalu benar dan nggak akan pernah merasa salah. Fine, gw terima!!!

Gw mengakui dan menyadari bahwa gw telah berbuat salah karena nggak mematuhi sistem yang ada di kantor. Gw juga terima segala konsekuensi atas apa yang gw perbuat termasuk di antaranya mengharamkan suara gw terdengar di udara untuk sementara waktu atau bahkan selamanya hingga kemungkinan untuk segera dikeluarkan dari kantor!!!

Jujur aja, begitu bapak Traficker menunjukan jadwal baru tanpa adanya nama gw di jam siaran regular, saat itu juga muncul perasaan sedih, marah, kecewa bahkan putus asa hingga berharap semuanya akan segera berakhir dalam waktu dekat. Kalo dibilang malu sey nggak karena gw nggak berbuat asusila atau tindakan kriminal di kantor. Tapi hal ini udah membuat semangat kerja gw makin drop dan menimbulkan keputusan untuk segera melayangkan surat resign kepada bu Boss.

Di saat gw drop pun ternyata ada orang yang dengan teganya tertawa terbahak-bahak dan merasa amat senang atas hilangnya nama gw dari jadwal regular. Fine, nggak masalah!!! Gw pun nggak minta untuk dikasihani apalagi diberi perhatian khusus dari dia. Tapi please deh, loe boleh aja merasa senang di belakang gw, jangan di depan gw!!!

Dari pengalaman yang udah terjadi pada gw belakangan ini, gw mengambil banyak hikmah yang harus gw pelajari dan nggak boleh gw lakukan lagi di masa mendatang. Gw juga menyadari bahwa bekerja pada orang lain emang nggak selamanya boleh merasanya nyaman dan aman karena sewaktu-waktu bisa saja didepak dengan tidak hormat layaknya yang terjadi pada seorang teman tahun lalu.

Mulai sekarang gw harus bisa mengatur kembali kekacauan dalam hidup gw. Gw harus bisa mengatur waktu dengan baik, membina hubungan baik dengan bos maupun rekan kerja di kantor, membangun jaringan kerja sendiri, hingga yang paling utama adalah memperbaiki dan memotivasi diri gw yang udah merasa penuh dengan kejenuhan dan kelelahan atas apa yang telah gw lakukan dua tahun ini.

Gw harus mengakui bahwa gw telah kalah atas diri gw sendiri.Gw harus bangkit dari kekalahan ini dan menunjukan bahwa seorang Firman Fauzan masih hidup dan mampu berkarya meski berada di tempat lain!!!

SEMANGAAAAAAATTTT!!!

Saat Itu Tiba …

Thursday, April 24th, 2008

Saat itu tiba dalam hidup gw.
Semuanya berubah!!!
Semua kacau!!!
Semuanya berantakan!!!

Is it the of my journey being an announcer???
I know i was wrong.
Always wrong …
But now i know that i can’t be like this forever!!!
I should resign as soon as possible!!!
Whatever they may say!!!

It’s not about money that i get, but it’s more than wasting time of my life.
There’s no career opportunity to build in here.
Just talks, microphone, overlapping job desks, extra works without extra money, and all the dreams that never come true: being popular on other media!!!
We’re just MONEY MACHINE for our big boss!!!
I need to move myself from this hell of work!!!

Come on Firman Fauzan,
Your life is much more useful if you take other chances out of your microphone!!!
Don’t you think that you can’t grow your career up to the top
if you always stay in here and be like this???

Make a movement of your life, Firman Fauzan!!!

Gila … Gw Kena Omel Lagi!!!

Wednesday, April 23rd, 2008

Rabu, 23 April 2008

Malam ini nggak seperti biasanya gw siaran sendiri. Seharusnya gw siaran berdua dengan Rama di acara yang paling asyik sejagad raya. Berhubung partner siaran gw yang amat sangat concern dengan keberadaan bintang-bintang di wajahnya itu sedang sakit, jadi terpaksa dan amat sangat terpaksa gw harus siaran sendiri.

Sekitar jam 18.35 Rama mengabarkan bahwa dirinya malam ini nggak bisa dateng dan siaran seperti biasanya karena sedang merasa nggak enak badan. Whooaahhh … siaran sendiri lagi dong?! Sebenernya sey gw males banget kalo siaran malam harus sendirian. Bukan apa-apa, terlalu banyak yang harus ditangani kalo siaran sendirian.

Seperti biasa, sebisa mungkin gw harus menyempatkan diri untuk mengistirahatkan tubuh dan jiwa gw sebelum siaran tiba. Lumayanlah tadi gw bisa tidur meskipun hanya sekitar 45 menit. Durasi tidur yang singkat seperti itu cukuplah membuat gw merasa fresh saat siaran, apalagi sore tadi gw menyempatkan diri exercise jadi gw butuh istirahat.

Tadi gw terbangun sekitar jam 20.10. Lalu gw bergegas untuk segera menyantap masakan nyokap lalu kemudian segera mandi. Ternyata perut gw tadi cukup bergejolak sehingga butuh waktu lebih lama di kamar mandi. Fiugghhh … Capek!!!

Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi nggak rapi, gw langsung memanaskan motor sejenak. Tapi kok perasaan hectic dan kacau balau gw rasakan sesaat ketika gw hendak pergi ke kantor malam ini. Gw mencoba meyakinkan diri gw bahwa semuanya akan berjalan lancar dan baik-baik saja. Jadi, sepanjang perjalanan singkat itu gw mencoba untuk tenang.

Gw sampai di kantor jam 20.53, itu berarti tersisa sekitar 7 menit lagi sebelum gw on air. Gw langsung menyalakan komputer di ruang belakang karena gw baru inget kalo gw belom print skrip untuk “Big Band” malam ini. Waah, pasti Dodo bakalan ngamuk-ngamuk kalo gw nggak segera menyelesaikan dan menyerahkan skrip ke dia.

Fiugh … ternyata oh ternyata begitu gw udah buka file yang gw maksud dan menyalakan printer, nggak taunya si printer busuk itu masih ada order untuk mencetak file milik orang yang make komputer itu  sebelum gw. Niat hati ingin berlomba dengan waktu, ternyata nggak didukung oleh peralatan yang justru makin membuat gw jadi runyam malam ini.

Begitu gw melihat jam yang berdetak, ternyata sudah menunjukan menit ke 58 dari jam 8 malam. Bodo amat deh dengan kertas skrip yang nanggung nggak jadi, yang terpenting gw harus siaran dulu. Akhirnya dengan perasaan tanpa dosa gw meninggalkan ruang sempit itu untuk segera menuju studio.

Setibanya di ruang siaran gw udah disambut jutek oleh 2 penyiar sebelumnya. Yang satu nanyain masalah skrip “Big Band” yang harus jadi sampe dengan hari Sabtu nanti, sementara yang satu lagi yang juga berperan sebagai produser udah pasang muka jutek begitu menanyakan tentang keberadaan partner siaran gw malam ini. Buset dah, baru mau mulai siaran udah dibombardir pertanyaan sekaligus tampang jutek mereka. Pada nggak tau apa gw lagi keribet-ribetan dengan diri gw sendiri malam ini?

Emang bener, jika terlalu sering siaran duet akan mengakibatkan penyiar - khususnya gw - nggak bisa konsentrasi dengan pekerjaannya, apalagi ditambah sisipan acara komersil yang mengharuskan gw teriak-teriak nggak jelas!!! Makin runyam aja hidup gw.

Paruh pertama siaran gw malam ini dilewati dengan setengah keyakinan akibat ketidakyakinan dan ketidaksiapan gw dalam membawakan acara ini sendirian. Semuanya berjalan lancar. Kalo kata banyak penghibur: “Whatever it takes, the show must go on!!! Yes, I go on my way!!!”

Tapi masa setengah indah dan nyaman itu lalu kemudian berubah menjadi ketegangan dan kacau balau mana kala gw membaca sebuah SMS dari bu Boss. Inti dari SMS itu adalah gw nggak boleh memainkan lagu lain selain lagu yang udah disediakan oleh playlist otomatis di komputer.

Damned!!! Mendadak siaran gw jadi hilang arah. Nggak lama kemudian mbah Kucir datang ke ruang siaran sambil memegang sebuah handphone. Berhubung gw sedang on air, gw merasa terganggu juga dengan kehadirannya di ruang siaran yang hanya bertelanjang dada dan aroma balsem yang menyengat sambil duduk merangkak. Ternyata oh ternyata, dirinya sedang terhubung dengan bu Boss. Begitu gw selesai ngomong, barulah mbah Kucir menyerahkan handphonenya itu ke gw.

Saat handphone gw genggam, muncul perasaan kacau balau diselingi dengan rasa khawatir dan takut jika apa yang gw lakukan malam ini adalah salah dan berakibat fatal bagi gw maupun bu Boss. Yup, bu Boss langsung membombardir gw dengan pertanyaan kenapa gw memainkan lagu dari hasil find folder, kenapa gw nggak pake otomatisasi playlist, dan kenapa begini kenapa begitu?! Dia juga menjelaskan bahwa siaran gw malam ini sedang dipantau oleh Yang Maha Kuasa.

Gw yang makin kacau saat siaran tadi hanya bisa menjawab jujur bahwa gw emang memainkan lagu dari hasil find folder dan mengkombinasi dengan lagi di playlist. Alasannya karena di dalam playlist terdapat beberapa lagu dari penyanyi yang sama dan pastinya request dari pendengar. Salahkah diriku??? Mungkin yang menjadi salah adalah gw memainkan lagu yang amat sangat jarang bahkan nggak pernah diputar dan nggak memainkan sepenuhnya lagu dari playlist.

Selepas bicara dengan bu Boss melalui media handphone, gw malah langsung diberi “omelan” juga dari mbah Kucir. Dia bilang kita sebagai penyiar harus taat pada otomatisasi playlist yang tersedia. (seakan-akan playlist busuk itu Tuhan segala umat!!!) Terus dia juga menjelaskan bagaimana cara mengganti lagu jika terdapat beberapa lagu dari penyanyi yang sama di playlist tersebut. Dalam hati gw berkata: “Hallah, nggak usah dikasih tau sambil marah-marah gw juga tau!!! Lagian folder yang ditunjukin juga buka folder untuk acara gw!!! Semuanya udah gw susun!!!”

Berhubung malam ini siaran gw didengar oleh Yang Maha Kuasa dan langsung mengorder bu Boss untuk ‘mengingatkan’ gw sebagai anak buahnya yang telah berbuat salah, jadi timbul kekhawatiran dan rasa takut untuk berbuat salah lagi.

Pada percakapan singkat lewat ponsel itu bu Boss meminta gw untuk memainkan lagu-lagu hanya dari playlist. Selain itu dia juga meminta gw untuk membuat laporan tertulis atas daftar lagu yang gw mainkan malam ini. Lembar laporannya diserahkan besok pagi di mejanya.

Ooouugghhh … lengkaplah sudah kekacauan dalam diri gw malam ini!!! What’s gonna happen to me in the day after today??? Just wait for another post!!!

LOVE FOR OUR MOTHER EARTH

Tuesday, April 22nd, 2008

Selasa, 22 April 2008

Selamat Hari Bumi!!! Waaah, nggak menyangka bahwa hari ini adalah hari bumi!!! Kalo menurut para ahli bumi dan geografi, bumi yang gw dan loe tinggali ini sekarang usianya udah mencapai 4,6 milyar tahun. Whoaah … cukup tua juga untuk terus-terusan dibebani dengan banyak masalah mulai dari bangunan semerawut yang berdiri di mana-mana, ozon yang bolong sana-sini, sampe permasalahan pemanasan global yang belakangan menjadi concern banyak negara terutama yang dilintasi oleh garis khaltulistiwa.

Melihat perkembangan dunia saat ini emang udah amat sangat berubah pesat. Amat sangat berbeda jauh dengan apa yang pernah gw liat di awal kehidupan gw era 80-an. Sekarang semuanya serba cepat, modern dan bahkan sophisticated alias canggih. Tapi tetep, permasalahan dari kecanggihan hidup saat ini berimbas pada alam yang kita tinggali.

Nggak usah jauh-jauh deh, kita sekarang mau ngomongin masalah kota tempat gw tinggal, Depok. Di Depok sekarang udah nggak jauh beda dengan kehidupan serba modern dan hedonisme kota metropolitan Jakarta. Kemacetan dimana-mana, sampah dan sanitasi yang nggak pernah diurus secara serius, hingga pemanasan lingkungan akibat banyak pohon yang terpaksa ditebang untuk kepentingan publik. Secara umum, kota Depok udah berubah sesuai jaman yang diikutinya.

Seinget gw, dulu waktu kecil saat melintas Jalan Raya Margonda gw bisa menemukan banyak pepohonan yang menghiasi sepanjang jalan yang membelah Depok bagian timur dan barat itu. Sekarang, demi kepentingan bisnis dan atas nama kepentingan publik semua pepohonan itu ditebang dan kini telah berubah menjadi deretan mall, town square, apartment, toko dan perumahan.

Bukan hanya itu, dulu untuk melintasi sepanjang Jalan Raya Margonda hanya dibutuhkan waktu 7 – 10 menit aja. Sekarang jangankan 10 menit, bisa jadi 25 menit habis terbuang hanya dalam perjalanan di Margonda, terlebih di hari-hari tertentu. Macet di berbagai titik udah menjadi pemandangan biasa di kota Depok tercinta ini.

Permasalahan sampah juga masih jadi kendala di Depok. Bayangin, TPA di deket rumah gw aja sekarang udah nggak sanggup lagi menampung beban sampah warga yang tinggal di perumahan Depok Utara. Tiap malem aroma busuk dari tempat pembuangan akhir sampah itu berhembus kemana-mana dan menghasilkan aroma tak sedap. Bisa dibayangin dong betapa nggak nyamannya jika harus berada dekat TPA tersebut?!

Emang sey, kita sebagai penghuni bumi ini seharusnya bisa jauh lebih peduli terhadap berbagai kerusakan yang terjadi di bumi ini. Jauh sebelum para ahli dan pemimpin dunia berteriak-teriak mengenai masalah pemanasan global dan kerusakan di muka bumi ini, dalam sebuah surat di Al-Quran telah menyebutkan bahwa kita harus hidup seimbang dengan alam dan selalu menjaganya dari kerusakan.

Pemanasan bumi dan segala efeknya telah terjadi di bumi pertiwi tercinta ini. Yang patut dipersalahkan adalah kita sebagai penghuni bumi yang selalu mengeksploitasi bumi dan merusak keseimbangannya tanpa berusaha untuk memperbaikinya. Padahal khan hidup ini harus selalu seimbang!!!

Lets Go Green For Our Mother Earth!!!

Saat Kau Pergi …

Monday, April 21st, 2008

Until I Get Over You – Christina Milian

Woke up today thinking of you
Another night that I made my way through
So many dreams still left in my mind
But they can never come true
I press rewind and remember when
I close my eyes and I’m with you again
But in the end I can still feel
the pain, every time I hear
your name

[ Chorus ]
The sun won’t shine since you went away
Seems like the rain’s falling every day
There’s just one heart, where there once was two
But that’s the way it’s gotta be,
’til I get over you

[ Verse 2 ]
Walked through the park, in the evening air
I heard a voice and I thought you were there
I run away but I just can’t escape
Memories of you everywhere
They say that time will dry the tears
But true love burns for a thousand years
Give my tomorrows for one yesterday
Just to know that I could have you here

[ Bridge ]
When will this river of tears stop fallin’
Where can I run so I won’t feel alone
Can’t walk away when the pain keeps callin’
I’ve just gotta take it from here on my own
But it’s so hard to let go

Vagetoz - Saat Kau Pergi

saat kau pergi
berlinanglah air mataku
betapa cinta ku rasakan
kebahagiaan itu
kini lenyaplah sudah

tak pernah ku inginkan
perpisahan ini terjadi
ku hanya bisa merelakan
jika memang kau pikir
ini lah yang terbaik

reff:
tak perlu kau beri alasan
mengapa kau ingin pergi meninggalkan diriku
karena ku yakin mungkin semuanya itu bisa
membuatmu bahagia

sepenuhnya ku menyadari
bahwa cinta itu tak mesti harus memiliki
namun ku akan terus selalu menyayangimu
setulusnya hati

tak pernah ku inginkan
perpisahan ini terjadi
betapa cinta ku rasakan
kebahagiaan itu
kini lenyaplah sudah

repeat reff

saat kau pergi
berlinanglah air mataku

Bunga Citra Lestari - Saat Kau Pergi

entah mengapa hatiku terus gelisah
apa yang kan terjadi
air mata pun jatuh tak tertahan
melihatmu terdiam

* ternyata kau pergi tuk selamanya
  tinggalkan diriku dan cintaku

reff: apa kau melihat
dan mendengar
tangis kehilangan dariku

baru saja
ku ingin kau tahu
perasaanku padamu

mungkin Tuhan tak izinkan sekarang
kau dan aku bahagia

repeat *
repeat reff [2x]

apa kau melihat
kau mendengar
kau melihat

Tuhan, Bantu Aku Memakai Headphone Yang Benar!!!

Saturday, April 19th, 2008

Sabtu, 19 April 2008

Bulan Juni mendatang nggak terasa perjalanan karir gw di dunia tarik ulur suara alias siaran di radio sudah akan mencapai titik masa dua tahun. Mendekati masa dua tahun ini, gw merasa ada banyak hal yang tentunya telah merubah pola pikir dan pola kerja gw di dunia entertainment ini dan dunia nyata gw.

Meski gw masih sering tampak hilang arah dan nggak percaya diri, tapi setidaknya gw bisa membuktikan bahwa gw juga bisa dipercaya dan diandalkan. Lalu, sudah pantaskah gw untuk disebut penyiar papan atas layaknya temen-temen di kantor menyebut diri mereka sendiri??? Rasanya emang gw belum pantas!!! Masih banyak yang harus gw pelajari dan kembangkan dengan formula sendiri untuk menemukan air-personality seorang Firman Fauzan sebenernya.

Gw emang belom seberuntung kedua teman seangkatan gw yang setahun belakangan ini telah mengibarkan bendera atas diri mereka sendiri di seluruh penjuru network dari Sabang sampai Marauke. Gw percaya bahwa yang namanya rejeki nggak akan pernah lari kemana!!! Mungkin kualitas siaran gw masih jauh dari harapan manajemen sehingga gw belom layak diberi kepercayaan lebih. Sabar aja!!!

Memperbaiki dan mengembangkan diri emang kewajiban gw sebagai orang yang bekerja pada orang lain. Perlu diinget, kerja di radio bukan hanya suara indah aja yang dipake, tapi juga otak, pengetahuan, strategi dan feel yang juga harus diikutsertakan di dalamnya. Jadi semuanya harus berdiri sebangun. Nggak boleh ada yang timpang.

Terlalu naïf kalo gw bilang bahwa gw selalu merasa fun bekerja sebagai penyiar radio. Toh, gw juga pernah mengalami masa-masa kejenuhan, rasa enggan untuk siaran, rasa bosan yang berlebih hingga keinginan untuk keluar dari pekerjaan ini. Beneran!!! Bahkan sempat beberapa kali gw sampaikan kepada salah seorang teman bahwa gw akan segera mengundurkan diri.

Tapi kembali lagi gw berpikir bahwa buat apa gw harus mundur dari pekerjaan yang udah menjadi impian gw sejak kecil dulu?! Gw udah mencapai apa yang gw impikan. Gw udah mewujudkan impian gw dan harapan abang gw (almarhum) untuk menjadi seorang penyiar radio. Terus, kenapa gw harus mundur?!

Mungkin yang harus gw ubah saat ini adalah mindset gw mengenai pekerjaan ini. Gw harus tetap fun juga enjoy, selalu mengembangkan dan memperbaiki performa diri, dan menyadari bahwa sejelek apapun suara dan gaya siaran gw menurut kebanyakan orang, toh masih ada juga yang menantikan kehadiran suara gw di radionya setiap malam. Jadi, apa pun keadaan yang sedang gw alami, pendengar adalah nomer satu!!!

Oiya, gw nggak tau kenapa dari awal gw terjun di dunia broadcasting, gw amat sangat kesulitan untuk menggunakan headphone pada kedua telinga gw ini. Bahkan pernah dulu seorang senior yang udah melepaskan pekerjaan ini, memaksa gw untuk menggunakan headphone dengan baik dan benar di kedua telinga gw. Namun yang terjadi, justru gw merasa amat sangat aneh dan nggak nyaman dengan keadaan yang dia buat. Sumpah, aneh banget!!!

Kalo boleh jujur sey, gw merasa asing aja ketika gw harus mendengarkan suara gw di kuping gw sendiri. Aneh, terdengar cempreng meski terkadang sok diberat-beratin dan nggak layak tayang. Sempet gw memaksakan diri untuk menggunakan headphone dengan baik dan benar, tapi itu juga hanya bertahan nggak lebih dari seminggu. Selanjutnya kembali ke bentuk semula.

Sepertinya sey gw terinspirasi oleh kebanyakan DJ saat mereka perform di atas panggung. Cool, confident and energic. Rasanya keren aja nge-mix lagu hanya dengan mendengarkan lewat satu headphone sambil shake his body di atas stage. Nah, semenjak terinspirasi itulah gw selalu menerapkannya pada diri gw dan nyaman kok!!!

Dengan menggunakan headphone pada salah satu telinga, gw justru merasa jauh lebih peka terhadap suara-suara yang dihasilkan oleh music player dan juga suara gw maupun partner gw. Tapi terkadang gw suka iseng juga, udah pake headphone di satu telinga, posisinya malah gw naikin di atas telinga tapi tetep terdengar jelas.

Pernah suatu kali gw menggunakan headphone pada posisi yang benar dan tingkat volume sedang, namun yang terjadi justru gw merasa kehilangan nafas karena terus diburu oleh derasnya aliran suara yang berhembus di telinga gw ini. Engap-engapan, nggak jelas dan merasa nggak nyaman aja!!!

Bercermin dari sana, gw selalu berharap agar suatu saat nanti gw bisa segera menggunakan headphone layaknya kebanyakan penyiar saat siaran. Gw nggak mau dibilang aneh hanya karena gw menggunakan headphone pada satu telinga aja. Tapi kenyamanan emang selalu menjadi nomer satu. Buat apa gw paksain kalo gw nggak merasa nyaman?!

Dua Puluh Versus Dua Puluh

Friday, April 18th, 2008

Dua Puluh Hal Yang Membuat Gw Semangat Siaran:

  1. Pendengar setia gw selalu berharap dan menunggu gw siaran
  2. Pacarku tersayang memberi semangat sebelum siaran
  3. Mood gw lagi dalam keadaan bagus
  4. Lagi banyak ide untuk dikeluarkan saat siaran
  5. Partner siaran yang mau diajak kerjasama saat siaran
  6. Pilihan lagu dalam playlist yang enak didenger
  7. Bu Boss udah mati-matian kasih konseling untuk gw
  8. Dapet kesempatan untuk siaran sendirian
  9. Dapet banyak inspirasi cerita dari temen-temen
  10. Selama siaran harus direkam (biar kedengeran bagus)
  11. Produser nggak banyak protes (harusnya sey kasih solusi)
  12. Beberapa jam sebelum siaran gw menyempatkan diri untuk olahraga
  13. Nggak ada pekerjaan tambahan membuat skrip
  14. Pendengar merespon dengan baik terhadap siaran gw, kalopun ada yang mengkritik itu amat sangat gw tunggu
  15. Semua program di empat komputer berjalan dengan lancar sesuai fungsinya masing-masing
  16. Bu Boss tiba-tiba bilang: “Waah Fir, siaran loe udah oke!!!”
  17. Saat siaran berlangsung dapet telpon atau SMS dari klien yang bilang bahwa proyek berikutnya udah deal
  18. Gw mendapatkan bangku yang nyaman dan headphone yang oke
  19. Nggak ada iklan dan ad-lips yang aneh-aneh
  20. Dapet kesempatan untuk interview bintang tamu

Dua Puluh Hal Yang Bikin Gw Males Siaran:

  1. Diri gw sendiri yang dalam keadaan kecapean, banyak pikiran & kerjaan
  2. Mood yang nggak bisa terkontrol dengan baik
  3. Partner siaran yang asyik sendiri dan selalu merebut jatah ngomong
  4. Playlist nggak enak didenger
  5. Mesin SMS tiba-tiba nggak berfungsi saat sesi Topik
  6. Nggak punya ide untuk melempar topik
  7. Partner yang sok ngartis dan nggak mau kerja sekaligus kepala batu
  8. SMS di inbox dengan tulisan karakter dan singkatan aneh
  9. Ada orang lain yang membuat gaduh di ruang siaran
  10. Produser bawel yang bisanya cuma mencatat kesalahan aja tanpa beri solusi
  11. Handphone lupa di-silent
  12. Partner siaran yang lebih mementingkan isi SMS pribadinya
  13. Memutarkan lagu yang sama tiap harinya
  14. Music player tiba-tiba lenyap dan mematikan lagu
  15. Hujan deras menjelang jam siaran
  16. Penelpon masuk hanya dari orang yang sama
  17. Pendengar yang bilang setuju akan on air tapi mematikan handphone-nya saat on air
  18. Partner siaran nyanyi-nyanyi nggak jelas saat memutar lagu (dia pikir suaranya keren kalee?!)
  19. Gangguan listrik
  20. Suara-suara aneh dan mengganggu dari mesin talkback