Hari Ini Untuk Masa Depan
Wednesday, April 30th, 2008Rabu, 30 April 2008
Hari ini tanggal 30 April 2008, untuk kesekian lamanya akhirnya gw berkesempatan dipanggil oleh sebuah perusahaan yang memiliki banyak network besar di Indonesia. Pastinya loe tau dong kenapa gw dipanggil?! Yaa tentunya untuk melalui proses rekrutmen pertama yaitu psikotes dan interview.
Nggak ada persiapan khusus yang mesti gw lakukan. Tapi dari hari Selasa kemarin setelah meeting dengan klien, gw menyempatkan diri untuk sekedar membeli sepasang sepatu kerja. Bukan cuma itu, gw juga melengkapinya dengan membeli sebuah kemeja berwana dasar putih bergaris orange/biru dan juga sebuah ikat pinggang.
Sebenernya sey koleksi kemeja lengan panjang yang gw punya lumayan bervariasi, tapi kali ini gw pengen mengenakan warna putih dengan aksen garis orange/biru aja. Kalo sepatu kerja karena sepatu gw dipinjam oleh seorang teman yang belum mengembalikannya, jadi mau nggak mau gw harus beli baru. Sementara ikat pinggang hanya sekedar untuk melengkapi aksesoris aja.
Balik lagi ke permasalahan hari ini!!! Berdasarkan informasi yang gw terima dari seorang resepsionis yang kemarin menelpon gw mengatakan bahwa segala macam test termasuk interview akan dilaksanakan jam 08.30 pagi waktu Indonesia Bagian Jl. Thamrin. Perlengkapan pun harus gw persiapkan, diantaranya adalah pinsil 2 B, pulpen dan penghapus.
Udah dari jam 04.30 gw bangun dan segera mempersiapkan segala sesuatunya meskipun untuk urusan pakaian udah ditangani oleh nyokap. Emang sengaja tadi malem gw tukeran jadwal operator dengan Tyo biar gw bisa melenggang bebas di alam tidur dan bisa bangun pagi. Pokoknya pagi ini gw udah merasa siap dengan segala hal yang akan gw hadapi nanti di tempat tujuan gw itu.
Karena jarak tempuh antara Depok Utara dan Jl. Thamrin amat sangat jauh, jadi gw putuskan untuk berangkat dari rumah jam 05.30. Jujur aja, ini adalah pertama kalinya dalam 2,5 tahun terakhir gw berangkat pagi untuk tujuan mulia: mencari pekerjaan yang sesuai dan layak untuk gw kerjakan. Loe tau sendiri khan, jarak rumah gw dan kantor gw yang sekarang hanya memakan waktu 7 menit perjalanan naik motor!!!
Dengan pakaian lengkap dan rapi layaknya orang yang beneran kerja di kantoran, gw melangkah dengan pasti dan penuh percaya diri. Apalagi didukung dengan sepatu baru yang terlihat kinclong dan pas dipakai, tambah percaya diri lagi gw!!! Bener-bener beda jika dibandingkan pola pakaian gw saat pergi ke radio tempat gw siaran. Hanya mengenakan kaos dan celana bermuda aja, santai!!!
Berhubung masih pagi, jadi angkot yang gw tumpangi juga masih lambat untuk bergerak cepat. Sebentar-sebentar berhenti untuk menunggu penumpang. Rada kesel juga sey karena gw khawatir kalo-kalo sampe terminal Depok gw nggak bisa menemukan patas Depok – Tanah Abang bertengger di sana. Alhamdulillah semuanya lancar jaya!!!
Setibanya di terminal gw langsung menemukan patas inceran gw. Tapi sayang, semua bangku udah penuh terisi, jadi mau nggak mau gw harus berdiri manis sekaligus diliatin banyak orang karena gw adalah orang pertama yang berdiri di patas itu tadi pagi. Di tengah keriuhan orang ngorok, gw berdiri tegap dan sesekali berharap akan ada orang yang cepat turun.
Macet dimana-mana!!! Itulah pemandangan terlalu biasa pagi ini. Karena gw nggak kerja di daerah Jakarta, jadi itu adalah pemandangan yang menarik untuk diteliti kenapa Jakarta bisa semacet itu pagi ini??? Sepanjang perjalanan berdurasi sekitar dua jam gw mencoba untuk tegar dan tegap berdiri di dalamnya. Bus patas bertarif Rp 5.000,- per orang itu akhirnya sampai juga membawa gw ke tempat tujuan.
Setibanya di kantor itu gw melihat baru beberapa orang aja yang hadir, mungkin karena pada saat gw sampai baru jam 08.00. Rasanya mulut dan tenggorokan seret banget!!! Pengen minum takut kebelet kencing mulu, nggak minum eeh malah haus kering kerontang gini!!!
Peserta interviewee hari ini berjumlah 20 orang aja yang datang satu per satu. Ada yang datangnya kecepetan seperti gw, ada juga yang datang dengan (pakaian) santainya hingga ada juga yang datang terlambat. Ada masih kuliah, ada yang baru lulus kuliah, ada yang sambil kerja, ada juga yang punya tampang “tua”. Pokoknya variatif deh!!!
Pada sesi pertama semua peserta yang hadir diberikan 3 lembar form mengenai jati diri interviewee. Kurang lebih ini berisi mengenai data identitas diri, pengalaman kerja, kontak referensi, hingga pernyataan ketertarikan pada pekerjaan.
Sebenernya pada sesi pertama ini belum ada kejelasan apakah ada tahapan berikutnya setelah mengisi form itu karena nggak ada satu pun pihak HRD hadir di ruang itu. Lumayan lama menunggu. Tapi kondisi ini justru menguntungkan mereka yang telat datang karena belum ada pengawas atau pihak HRD di sana.
Nggak lama seorang wanita berwajah oriental datang dan menyapa kita semua. Rupanya dia adalah salah seorang konselor HRD di perusahaan ini. Sebagai pembuka dia menerangkan apa dan tujuan kita dipanggil ke kantor ini. Selain itu, dia juga menjelaskan berbagai usaha korporat ini di Indonesia. Gw sempat tercengang begitu mendengar penjelasannya karena ternyata banyak brand internasional yang amat sangat luxurious dan terkenal dipegangnya untuk pasar Indonesia. That’s good!!!
Setelah itu dan di setiap sesi dia menjelaskan sedetil mungkin segala seluk beluk permasalahan di setiap bagian psikotest hari ini. Mendadak gw jadi inget waktu jaman kuliah atau pas kursus di LIA dulu, persis banget!!! Dengan kelas kecil, suara yang rame hanya pada barisan belakang, pengawas menjelaskan ini-itu sampe tuntas hingga persoalan pribadi yang terkantuk-kantuk karena lamanya durasi psikotest.
Sesi pertama dibuka dengan test ketepatan kepribadian. Gw nggak tau istilahnya apa, tapi yang gw inget pada test itu masing-masing nomor soalnya terdapat 2 pernyataan harus kita pilih dengan pertimbangan mendekati kepribadian kita. Lambang-lambang yang gw inget adalah → ↑ ← ↓.
Meski mudah dan hanya menyocokkan dengan kepribadian, gw sendiri nggak ngerti apa maksud dan tujuan psikotes jenis ini?! Kenapa??? Karena dari nomer 001 – 100 terdapat banyak sekali pernyataan yang sama tapi dipasangkan dengan pernyataan lain sehingga menyebabkan gw dilemma untuk memilih mana yang terbaik.
Selanjutnya adalah sesi test pernyataan perbandingan, imajinasi kotak-kotak, perhitungan acak, menghafal kata, menggambar pohon, menggambar orang dengan kegiatan, menggambar pada kotak yang disediakan dan menambahkan jumlah.
Pada sesi terakhir yaitu menambahkan jumlah, gw terpaksa harus mengakui kelihaian berhitung seorang interviewee bernama Bryan. Kenapa??? karena pada saat peserta lain masih berkutat di kertas pertama dan halaman pertama, dia justru udah minta kertas kedua. Empat jempol sekaligus deh buat si engkoh yang satu ini!!!
Fiugh … sejujurnya, ini adalah proses awal rekrutmen paling lama untuk sesi psikotest. Start jam 08:30 finish jam 16:30. Yaa, anggep aja latihan psikotest gratis yang diawasi oleh professional sekaligus berharap-harap cemas akan kepastian pada tahap berikutnya.
Jam 16:30 selepas psikotest pikiran gw udah makin mumet aja. Pengen buru-buru pulang dan sampe kamar terus tidur. Ngantuk banget!!! Sayang seribu sayang, bus patas tujuan Depok melenggang dengan asyiknya saat gw masih berada di kejauhan sana. Terpaksa gw mesti menunggu lebih lama lagi di tengah rintik gerimis di kawasan Thamrin.
Baru sekitar jam 17:10 pas regular jurusan Depok datang menghampiriku. Beruntung gw masih bisa duduk. Tapi nggak beruntung karena gw terpaksa jadi orang yang terhimpit di bangku tiga penumpang itu. Lebih nggak beruntung lagi karena gw nggak bisa pulang cepet akibat kondisi jalan Thamrin – Sudirman – Gatot Soebroto padat merayap.
Lebih parah lagi ketika patas yang gw tumpangi melintasi kawasan Pasar Minggu. Nggak ada satu pun mobil yang bergerak lancar, semuanya diam sambil bersaut-sautan membunyikan klakson. Kondisi underpass Pasar Minggu macet total. Semua mobil stuck di tempat yang sama selama setengah jam. Lalu bisa perlahan berjalan meski masih tersendat-sendat.
Gw yang sebelumnya tertidur pulas mungkin sampe ngigo, lalu tersadar dari mimpi karena panas melanda. Pantat udah mulai cenut-cenut karena capek duduk, badan rasanya udah mau rontok, kepala keleyengan. Dapet tempat duduk gw merasa bersalah pada diri gw karena jadi capek, nggak dapet duduk juga jadi jauh lebih capek harus berdiri.
Sisa perjalanan gw habiskan dengan mengerang kesakitan dan kepegelan. Sambil sesekali tertidur pulas hingga akhirnya gw dibangunkan oleh sang kenek karena udah sampai di terminal Depok.
Sekarang yang ada pada diri gw adalah segala harapan penuh akan kelanjutan hasil psikotest hari ini. Akankah semua yang gw kerjakan akan berdampak baik pada diri gw??? Jawabannya silahkan tunggu dua minggu lagi dari sekarang.
Doakan saya yaaa!!!