LOVE FOR OUR MOTHER EARTH

Selasa, 22 April 2008

Selamat Hari Bumi!!! Waaah, nggak menyangka bahwa hari ini adalah hari bumi!!! Kalo menurut para ahli bumi dan geografi, bumi yang gw dan loe tinggali ini sekarang usianya udah mencapai 4,6 milyar tahun. Whoaah … cukup tua juga untuk terus-terusan dibebani dengan banyak masalah mulai dari bangunan semerawut yang berdiri di mana-mana, ozon yang bolong sana-sini, sampe permasalahan pemanasan global yang belakangan menjadi concern banyak negara terutama yang dilintasi oleh garis khaltulistiwa.

Melihat perkembangan dunia saat ini emang udah amat sangat berubah pesat. Amat sangat berbeda jauh dengan apa yang pernah gw liat di awal kehidupan gw era 80-an. Sekarang semuanya serba cepat, modern dan bahkan sophisticated alias canggih. Tapi tetep, permasalahan dari kecanggihan hidup saat ini berimbas pada alam yang kita tinggali.

Nggak usah jauh-jauh deh, kita sekarang mau ngomongin masalah kota tempat gw tinggal, Depok. Di Depok sekarang udah nggak jauh beda dengan kehidupan serba modern dan hedonisme kota metropolitan Jakarta. Kemacetan dimana-mana, sampah dan sanitasi yang nggak pernah diurus secara serius, hingga pemanasan lingkungan akibat banyak pohon yang terpaksa ditebang untuk kepentingan publik. Secara umum, kota Depok udah berubah sesuai jaman yang diikutinya.

Seinget gw, dulu waktu kecil saat melintas Jalan Raya Margonda gw bisa menemukan banyak pepohonan yang menghiasi sepanjang jalan yang membelah Depok bagian timur dan barat itu. Sekarang, demi kepentingan bisnis dan atas nama kepentingan publik semua pepohonan itu ditebang dan kini telah berubah menjadi deretan mall, town square, apartment, toko dan perumahan.

Bukan hanya itu, dulu untuk melintasi sepanjang Jalan Raya Margonda hanya dibutuhkan waktu 7 – 10 menit aja. Sekarang jangankan 10 menit, bisa jadi 25 menit habis terbuang hanya dalam perjalanan di Margonda, terlebih di hari-hari tertentu. Macet di berbagai titik udah menjadi pemandangan biasa di kota Depok tercinta ini.

Permasalahan sampah juga masih jadi kendala di Depok. Bayangin, TPA di deket rumah gw aja sekarang udah nggak sanggup lagi menampung beban sampah warga yang tinggal di perumahan Depok Utara. Tiap malem aroma busuk dari tempat pembuangan akhir sampah itu berhembus kemana-mana dan menghasilkan aroma tak sedap. Bisa dibayangin dong betapa nggak nyamannya jika harus berada dekat TPA tersebut?!

Emang sey, kita sebagai penghuni bumi ini seharusnya bisa jauh lebih peduli terhadap berbagai kerusakan yang terjadi di bumi ini. Jauh sebelum para ahli dan pemimpin dunia berteriak-teriak mengenai masalah pemanasan global dan kerusakan di muka bumi ini, dalam sebuah surat di Al-Quran telah menyebutkan bahwa kita harus hidup seimbang dengan alam dan selalu menjaganya dari kerusakan.

Pemanasan bumi dan segala efeknya telah terjadi di bumi pertiwi tercinta ini. Yang patut dipersalahkan adalah kita sebagai penghuni bumi yang selalu mengeksploitasi bumi dan merusak keseimbangannya tanpa berusaha untuk memperbaikinya. Padahal khan hidup ini harus selalu seimbang!!!

Lets Go Green For Our Mother Earth!!!

Leave a Reply