Tuhan, Bantu Aku Memakai Headphone Yang Benar!!!

Sabtu, 19 April 2008

Bulan Juni mendatang nggak terasa perjalanan karir gw di dunia tarik ulur suara alias siaran di radio sudah akan mencapai titik masa dua tahun. Mendekati masa dua tahun ini, gw merasa ada banyak hal yang tentunya telah merubah pola pikir dan pola kerja gw di dunia entertainment ini dan dunia nyata gw.

Meski gw masih sering tampak hilang arah dan nggak percaya diri, tapi setidaknya gw bisa membuktikan bahwa gw juga bisa dipercaya dan diandalkan. Lalu, sudah pantaskah gw untuk disebut penyiar papan atas layaknya temen-temen di kantor menyebut diri mereka sendiri??? Rasanya emang gw belum pantas!!! Masih banyak yang harus gw pelajari dan kembangkan dengan formula sendiri untuk menemukan air-personality seorang Firman Fauzan sebenernya.

Gw emang belom seberuntung kedua teman seangkatan gw yang setahun belakangan ini telah mengibarkan bendera atas diri mereka sendiri di seluruh penjuru network dari Sabang sampai Marauke. Gw percaya bahwa yang namanya rejeki nggak akan pernah lari kemana!!! Mungkin kualitas siaran gw masih jauh dari harapan manajemen sehingga gw belom layak diberi kepercayaan lebih. Sabar aja!!!

Memperbaiki dan mengembangkan diri emang kewajiban gw sebagai orang yang bekerja pada orang lain. Perlu diinget, kerja di radio bukan hanya suara indah aja yang dipake, tapi juga otak, pengetahuan, strategi dan feel yang juga harus diikutsertakan di dalamnya. Jadi semuanya harus berdiri sebangun. Nggak boleh ada yang timpang.

Terlalu naïf kalo gw bilang bahwa gw selalu merasa fun bekerja sebagai penyiar radio. Toh, gw juga pernah mengalami masa-masa kejenuhan, rasa enggan untuk siaran, rasa bosan yang berlebih hingga keinginan untuk keluar dari pekerjaan ini. Beneran!!! Bahkan sempat beberapa kali gw sampaikan kepada salah seorang teman bahwa gw akan segera mengundurkan diri.

Tapi kembali lagi gw berpikir bahwa buat apa gw harus mundur dari pekerjaan yang udah menjadi impian gw sejak kecil dulu?! Gw udah mencapai apa yang gw impikan. Gw udah mewujudkan impian gw dan harapan abang gw (almarhum) untuk menjadi seorang penyiar radio. Terus, kenapa gw harus mundur?!

Mungkin yang harus gw ubah saat ini adalah mindset gw mengenai pekerjaan ini. Gw harus tetap fun juga enjoy, selalu mengembangkan dan memperbaiki performa diri, dan menyadari bahwa sejelek apapun suara dan gaya siaran gw menurut kebanyakan orang, toh masih ada juga yang menantikan kehadiran suara gw di radionya setiap malam. Jadi, apa pun keadaan yang sedang gw alami, pendengar adalah nomer satu!!!

Oiya, gw nggak tau kenapa dari awal gw terjun di dunia broadcasting, gw amat sangat kesulitan untuk menggunakan headphone pada kedua telinga gw ini. Bahkan pernah dulu seorang senior yang udah melepaskan pekerjaan ini, memaksa gw untuk menggunakan headphone dengan baik dan benar di kedua telinga gw. Namun yang terjadi, justru gw merasa amat sangat aneh dan nggak nyaman dengan keadaan yang dia buat. Sumpah, aneh banget!!!

Kalo boleh jujur sey, gw merasa asing aja ketika gw harus mendengarkan suara gw di kuping gw sendiri. Aneh, terdengar cempreng meski terkadang sok diberat-beratin dan nggak layak tayang. Sempet gw memaksakan diri untuk menggunakan headphone dengan baik dan benar, tapi itu juga hanya bertahan nggak lebih dari seminggu. Selanjutnya kembali ke bentuk semula.

Sepertinya sey gw terinspirasi oleh kebanyakan DJ saat mereka perform di atas panggung. Cool, confident and energic. Rasanya keren aja nge-mix lagu hanya dengan mendengarkan lewat satu headphone sambil shake his body di atas stage. Nah, semenjak terinspirasi itulah gw selalu menerapkannya pada diri gw dan nyaman kok!!!

Dengan menggunakan headphone pada salah satu telinga, gw justru merasa jauh lebih peka terhadap suara-suara yang dihasilkan oleh music player dan juga suara gw maupun partner gw. Tapi terkadang gw suka iseng juga, udah pake headphone di satu telinga, posisinya malah gw naikin di atas telinga tapi tetep terdengar jelas.

Pernah suatu kali gw menggunakan headphone pada posisi yang benar dan tingkat volume sedang, namun yang terjadi justru gw merasa kehilangan nafas karena terus diburu oleh derasnya aliran suara yang berhembus di telinga gw ini. Engap-engapan, nggak jelas dan merasa nggak nyaman aja!!!

Bercermin dari sana, gw selalu berharap agar suatu saat nanti gw bisa segera menggunakan headphone layaknya kebanyakan penyiar saat siaran. Gw nggak mau dibilang aneh hanya karena gw menggunakan headphone pada satu telinga aja. Tapi kenyamanan emang selalu menjadi nomer satu. Buat apa gw paksain kalo gw nggak merasa nyaman?!

Leave a Reply