Pretending Myself That I’m Not Missing You

May 23rd, 2008 by jazzy-manzy

Jumat, 23 Mei 2008

Udah dua hari ini gw nggak bisa berpikiran jernih. Akal sehat gw seakan hilang bersama hilangnya Ibeb dari hidup gw. Mungkin saat ini gw menjadi orang paling bodoh sedunia karena nggak bisa mengendalikan diri gw sendiri atas apa yang terjadi pada hidup gw dan juga kisah percintaan gw. I’m being such a fool for love!!!

Ini adalah hal terberat yang pernah gw alami dalam hidup gw. Saat dimana seseorang yang amat sangat gw cintai menyatakan bahwa dirinya nggak mengharapkan gw untuk mencintainya lagi bahkan meminta gw untuk segera menghapus segala jejak yang pernah kita buat bersama dulu. Love hurts

Sebenernya gw dan Ibeb udah putus sekitar satu bulan lalu, tapi hubungan kita masih baik-baik aja dan masih bisa dikatakan seperti sedia kala dimana kita belum putus. Namun entah mengapa keadaan tiba-tiba jadi berubah, nggak tau siapa yang merubahnya. Mungkin ini memang salah gw karena terlalu memaksakan diri untuk selalu keep in touch dengannya sehingga menimbulkan persepsi lain di benaknya. Atau mungkin juga karena dia udah merasa nggak nyaman lagi dengan hadirnya gw di sisinya. Kemungkinan terakhir adalah udah ada orang lain pengganti gw di hatinya.

Dari hari Minggu kemarin gw mencoba untuk menghubunginya melalui handphone. Tapi yang gw dapati hanyalah nada sambung yang pernah nggak diangkat, mailbox service, pengalihan panggilan ke nomer lain, hingga pemutusan sambungan. Cara lain yang paling jitu adalah meninggalkan pesan SMS di handphone-nya. Isi SMS pun beragam, mulai dari yang bernada pertanyaan mengenai keberadaan serta mengapa nggak pernah mau menjawab hingga pernyataan-pernyataan yang mungkin membuatnya marah.

Gw emang kadang suka nggak tau diri dan nggak tau waktu ketika harus menghubunginya. Itu semua gw lakukan hanya untuk mendapatkan respon dan reaksi dari dia. Tapi sayang, lagi-lagi yang gw dapatkan hanyalah harapan hampa yang sepertinya sulit untuk terwujud jadi kenyataan.

Setelah menunggu hampir empat hari lamanya untuk sebuah panggilan telepon ataupun balasan SMS, akhirnya gw mendapati juga balasan SMS darinya. Kemarin pagi (22/5) jam 05.45 dia mengirim SMS dengan penuh harapan tersirat. Entah apa yang harus gw katakan. Gw bingung harus bersikap bagaimana karena dalam SMS itu dia meminta gw untuk berlaku seperti seorang teman biasa aja, tanpa sayang-sayangan, tanpa manja-manjaan, nggak perlu repot untuk bertanya ini-itu, dan nggak usah kirim SMS yang aneh-aneh.

Gw tau bahwa saat ini dia sedang banyak pekerjaan yang harus dikerjakan secara fokus dan konsentrasi. Gw juga tau bahwa kita berdua dua putus. Gw pun tau bahwa saat ini terbuka peluang lebar-lebar bagi dia maupun gw untuk membiarkan orang lain mengisi hati kita masing-masing dan melupakan masa lalu tertinggal. Tapi gw nggak tau bagaimana cara untuk menghadapi ini semua!!!

Sejak kemarin pagi gw terima SMS itu dan membalasnya dengan permintaan maaf, gw mulai untuk memenuhi permintaannya. Perlahan gw mencoba untuk merelakan dia menjauh dari hidup gw, bukan hati gw. Memang berat rasanya harus berada dalam kondisi seperti ini.

Udah dua hari ini pula gw mencoba membohongi diri gw bahwa gw nggak kangen sama dia. Gw membohongi diri gw bahwa gw nggak sayang dan cinta lagi sama dia. Gw membohongi diri gw bahwa gw benci dia. Gw membohongi diri gw bahwa gw harus pergi menjauh dari dia. Gw membohongi diri gw bahwa gw hanyalah teman biasa tanpa ada sejarah percintaan yang pernah tercipta sebelumnya. Bahkan gw membohongi diri gw bahwa gw nggak pernah membutuhkan dia dalam hidup gw.

Iya, gw sekarang jadi pembohong besar untuk diri gw, hidup gw dan juga segala hal tentang gw!!! Itu semua gw lakukan untuk memenuhi janji gw kepada dia. Gw bukan pembohong, gw hanya mencoba membohongi diri gw sendiri dan nggak ada yang perlu merasa dirugikan atas apa yang gw perbuat.

Ada satu hal yang nggak pernah bisa gw bohongi dan ingkari dari diri gw sendiri: sampai saat ini pun gw masih sayang dan cinta dia. Apapun kondisi dan keadaan dia sekarang, perasaan gw masih seperti yang dulu. Mungkin gw nggak akan pernah bisa merubah keadaannya dan gw nggak akan memaksa siapa pun untuk merubahnya. Mungkin cinta ini emang harus gw simpen dalam hati meski emang terasa berat dan menyakitkan.

Lost In Love: Keindahan Kota Paris

May 22nd, 2008 by jazzy-manzy

Kamis, 22 Mei 2008

Sore ini selepas siaran di Detos gw dan Miss Dada menyempatkan diri untuk mengunjungi Detos 21. Awalnya Miss Dada mengajak nonton film Iron Man, namun berhubung film yang dimaksud nggak ada jadi dialihkan kepada film lain. Film yang tersedia di sana adalah "Lost In Love", "Tapi Bukan Aku" dan "Naga Bonar". Pilihan akhirnya jatuh pada film "Lost In Love" yang rilis hari ini.

Lost_in_loveSebenernya Miss Dada agak ragu ketika gw menyebutkan judul film ini dan lalu memesan tiketnya. Namun gw berhasil meyakinkan bahwa film ini emang layak untuk ditonton karena gw udah melihat preview film ini sebelumnya di sebuah tayangan infotaiment di MetroTV. Selain itu juga film ini merupakan sekuel dari film "Eifel I’m In Love" dengan penulis skenario yang sama namun pemain yang berbeda.

Film "Lost In love" ini langsung dibuka dengan sederetan gambar indah dari berbagai sudut pemandangan bercita rasa tinggi di kota Paris - Prancis. Ini bener-bener opening yang membuat mata segar karena penyajian gambarnya begitu apik dan sedap dipandang. Hal ini jadi mengingatkan gw pada sebuah serial drama Korea yang di setiap episodenya menampilkan keindahan alam dan gedung-gedung berarsitektur keren.

Lost_in_love_1
Diceritakan bahwa kali ini hubungan Titta (diperankan oleh Pevita E. Pearce) dan Adit (diperankan oleh Richard Kevin) mulai mengarah kepada tingkatan serius dimana mereka memutuskan untuk bertunangan. Namun sifat Adit yang keras, kaku dan nggak mau tau terhadap perasaan tunangannya itu membuat Titta merasa gerah dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.

Persoalan semakin rumit ketika Titta merasa diacuhkan dan nggak diperkenalkan oleh Adit kepada teman-temannya di suatu acara lauching restoran. Hal ini justru membuat Titta hilang arah dan akhirnya memutuskan untuk "kabur" dari acara tersebut.

Petualangan Titta dimulai. Menyusuri kota Paris yang dimulai dari sebuah kafe, pertemuan mengesankan dengan seorang cowok bernama Alex (diperankan oleh Arifin Putra), tersesat di kota Paris hingga pertengkaran hebat dengan Alex yang justru kemudian menjadi dewa penyelamatnya dari kesesatannya di Paris.

Selain keindahan kota Paris yang ditampilkan di film ini, gw juga merasa kagum dengan kemahiran seorang Arifin Putra dalam memainkan kata-kata bahasa Prancis secara fasih. Terasa tanpa cacat dan almost perfect. Bahkan ketika dia berbicara dalam bahasa Inggris menggunakan logat lidah orang Thailand yang agak mirip logat orang India pun terdengar natural dan nggak dibuat-buat.

Kembali lagi ke film. Gw sebenernya nggak terlalu ngerti mengenai masalah teknis film, tapi gw merasa alur cerita di film ini begitu lambat dan sering kali memunculkan adegan-adegan nggak penting serta nggak bisa membangun keutuhan serta kesinambungan cerita. Mungkin ini karena titipan dari IM3 selaku sponsor utama untuk film ini.

Lostinlove
Berbagai adegan yang memperlihatkan ketidakdewasaan seorang Titta dalam menyikapi permasalahan hidupnya kerap kali ditampilkan dalam film ini. Terasa membosankan memang, tapi karena Pevita E. Pearce emang enak dipandang jadi semua kebosanan bisa tertutupi dengan baik. Kalo boleh gw membandingkan antara Titta versi Sandy Aulia dengan Titta versi Pevita E. Pearce, gw akan memilih Titta versi Pevita E. Pearce.

Banyak sekali adegan super duper romantis di film ini. Seperti obrolan singkat antara Titta dengan Alex di sebuah taksi dimana Alex membiarkan dirinya menjadi seorang pendengar setia dan seakan-akan menjadi cermin untuk Titta yang sedang bingung.

Rentetan adegan yang paling gw suka adalah saat dimana Titta diberi kejutan oleh Adit sebuah persembahan istimewa berupa candle light dinner with wine sambil diiringi lantunan lagu romantis. Lalu dilanjutkan dengan berlarian untuk menonton pertunjukan teather dan diakhiri dengan memberikan kalung berisi cincin di pinggiran sungai Paris.

Secara keseluruhan film ini cukup indah dipandang mata meskipun pembangunan ceritanya agak lama. Beberapa adegan romantisnya layak untuk ditiru oleh banyak pasangan. Soundtrack film yang diisi oleh grup Tangga juga mampu menghidupkan adegan-adegan romantis di film ini. Berhubung gw nonton film ini dalam keadaan jomblo, jadi bawaannya iri aja dengan orang lain yang nonton bareng pasangannya. Fiugh … jadi pengen punya pacar!!!

Lost_in_love_ost_by_tangga
Mungkin ini bukan tulisan review film yang baik, tapi setidaknya gw mencoba untuk mereview versi gw sendri. Buat loe yang tertarik dengan film ini, gw sarankan untuk segera berkunjung ke bioskop terdekat, jangan lupa bawa pasangannya!!! Terus kalo loe tertarik untuk beli CD soundtrack, gw saranin untuk segera memilikinya karena it’s totally a romantic album of the year for a movie soundtrack.

4 Minggu??? Yaa Gitu Deh …

May 21st, 2008 by jazzy-manzy

Duh, gw harus menunggu sampe berapa lama lagi sey???

Hari ini udah genap empat minggu, terus minggu depan udah bertambah jadi lima minggu!!!

Atau sekalian aja sampe tiga bulan???

Jangan-jangan sampe nunggu gw resign???

Whoooaahhh … males!!!

Serba nggak jelas!!!

Yg Ini bilang: "Sabar man!!!"
Yg itu bilang: "Gw juga dulu kaya begitu. "
Yg sana bilang: "Itu mah belom seberapa, masih ada yang lebih parah!!!"
Yg sini bilang: "Yah, mending loe resign aja man!!!"
Yg Punya Kuasa Nggak Bilang Apa-apa!!!

Sore Ini Di Ruang Belakang

May 19th, 2008 by jazzy-manzy

Sore Ini di Ruang Belakang

Esia Emang Jagonya Bikin Tarif Murah!!!

May 17th, 2008 by jazzy-manzy

Sabtu, 17 Mei 2008

Hari Jumat kemarin gw membaca sebuah iklan komersil satu halaman penuh di harian Kompas. Iklan itu bertajuk tarif adil dan murah meriah untuk tiap kali SMS-an ke semua pelanggan operator selular di Indonesia. Kenapa dibilang murah??? Karena penghitungan tarifnya berdasarkan jumlah karakter yang kita ketik di SMS.

Awalnya gw pikir ini emang beneran cuma aksi tipu-tipu muslihat dari para ahli marketing di provider CDMA ini. Tapi setelah membuktikan sendiri, ternyata apa yang diiklankan sama dengan apa yang dikenakan saat pemakaian fasilitas pengiriman SMS.

Begini penghitungan tarifnya. Tiap karakter yang kita tulis di lembar SMS baru itu akan dikenakan Rp 1/karakter. Jadi, kalo kita mau kirim sms hanya sekedar menjawab “YA”, itu berarti kita akan dikenakan biaya SMS hanya Rp 2 saja, bukan Rp 50 – Rp 350 seperti kebanyakan tarif operator selular lainnya.

Wah, sepertinya tarif SMS murah Rp 1/karakter ini emang cocok banget deh buat bu Boss??? Kenapa??? Karena setiap kali gw kirim SMS melaporkan sesuatu yang panjangnya bisa sampe 2 SMS, dia hanya akan menjawab singkat: “YA” atau “THANKS” aja. Duh, males ketik SMS ya bu??? Udah males ngetik banyak terus biaya SMS-nya malah pula!!! Pake Esia dong!!!

Gw sebagai pelanggan setia Esia menyambut baik program SMS murah yang dihitung per karakter yang kita ketik. Bukan hanya itu, gw rasa ini merupakan terobosan paling jitu untuk menghadang serbuan janji-janji palsu provider selular lain yang bilangnya paling murahlah, paling bisa ini-itulah tapi kenyataannya itu hanya aksi tipu-tipu dengan memainkan kata-kata di setiap iklannya.

Masih inget dengan gebrakan tarif nelpon murah sejam hanya Rp 1.000 atau Rp 50/menit??? Wah, menurut gw itu gebrakan paling dahsyat yang pernah dilakukan oleh provider baru saat itu. Hebatnya lagi, hingga sekarang pun program ini masih berlanjut. Nggak seperti provider lain yang hanya terpaku pada batas akhir promosi tertentu.

Gw udah dua tahun menjadi pelanggan setia Esia dengan dua kartu aktif. Selama dua tahun itu pula gw merasakan banyak sekali manfaat yang diberikan oleh Esia terutama dalam rangka menyukseskan dan menyempurnakan kisah percintaan gw dengan Ibeb. Bukan hanya tarif percakapan murah meriah aja yang ditawarkan Esia, tapi juga kualitas jaringan yang tetap terjaga meski harus berlama-lama bicara tanpa terputus.

Blog ini gw tulis bukan karena adanya sponsor dari pihak Esia, tapi sepenuhnya adalah berdasarkan kesadaran diri dan kebanggaan disertai kenyamanan gw menggunakan Esia sebagai pilihan terbaik untuk komunikasi bergerak gw.

Gw aja pake Esia, kenapa loe nggak???

Menjadi Baik Nggak Selamanya Baik

May 16th, 2008 by jazzy-manzy

Jumat, 16 Mei 2008

Belum lama ini gw menerima sebuah SMS dari salah seorang pendengar setia gw di radio. Dia bernama Ika. Dari sekian banyak pendengar setia gw, sepertinya hanya Ika yang selalu mempertanyakan kapan gw siaran, dengan siapa gw siaran, topik malam ini apa, kok siarannya lemes, sampe yang terakhir dia mempertanyakan kenapa gw tiba-tiba hilang dari peredaran?!

Dan lagi-lagi pada SMS yang dikirim tanggal 14 Mei 2008 jam 22.19 itu dia mempertanyakan kapan gw akan siaran lagi??? Kenapa selalu pertanyaan sama yang keluar dari Ika??? Karena menurutnya gw udah terlalu lama libur (atau diliburkan). Wah, jadi seneng juga ada yang kangen sama siaran gw!!!

Agak bingung dan nggak berani memastikan juga kapan gw bisa siaran lagi. Dan lagi-lagi gw hanya menjawab bahwa gw udah bosen memberikan jawaban yang sama tiap kali orang bertanya kepada gw tentang hal yang sama. Sepertinya sey gw perlu mencatat dan merekam setiap omongan gw biar tiap kali ada yang bertanya bisa langsung denger rekaman penjelasan gw itu.

Balik lagi ke masalah SMS. Selain berisi pertanyaan yang sama, di SMS itu pula Ika mempertanyakan kenapa sey setiap kali dia berbuat baik pada orang lain justru orang itu menyalahartikan kebaikannya. Owh, ada apa dengan Ika dan orang lain???

Well, gw mencoba untuk membaca berulang kali dan mencoba untuk mengerti apa yang sedang dirasakan dan dikeluhkan oleh Ika saat itu. Tapi tiba-tiba gw jadi teringat pada kata-kata bokap gw dalam suatu kesempatan. Dia pernah bilang bahwa jika kita berbuat baik bahkan selalu berbuat baik pada orang lain, bukan berarti bahwa orang lain itu kemudian akan merespon baik pula kepada kita.

Bokap gw menjelaskan lebih panjang lagi bahwa di satu sisi kita sebagai manusia emang harus membina dan menjaga hubungan baik sesama manusia, siapapun dia. Di sisi lain, pastilah terjadi yang namanya hukum alam atas kepentingan-kepentingan pribadi. Jadi, akan terjadi banyak persepsi jika kita mencoba berbuat baik terhadap orang lain.

Gw pun secara pribadi merasa bahwa setiap kali gw mencoba untuk berbuat baik dan menjadi baik terhadap orang lain, entah mengapa justru balasannya jauh dari apa yang gw perkirakan. Mereka nggak sebaik yang gw kira. Mereka justru hanya memanfaatkan kebaikan gw hanya untuk memenuhi kepentingan mereka aja.

Gw nggak ngerti motif dan tujuannya apa, tapi kebanyakan yang gw temui emang seperti itu. Pokoknya di setiap tempat yang gw singgahi pasti selalu ada jenis orang seperti ini. Biarpun begitu, gw harus mengakui bahwa gw emang agak sulit untuk mengelak dan atau mengatakan tidak setiap kali hati gw terpanggil untuk membantu atau sekedar menjadi baik. Tapi justru ini sepertinya menjadi kelemahan yang lalu kemudian dimanfaatkan oleh orang lain untuk mentuntaskan misi pribadinya.

Harus gw akui bahwa gw emang nggak 100% menjadi (orang) baik, tapi setidaknya gw mencoba untuk menjadi (orang) baik. Gw juga mengakui bahwa menjadi baik pun nggak selamanya baik untuk diri sendiri karena cenderung akan mudah disusupi dan dimanfaatkan oleh orang lain.

Ini kemudian menjadi pertanyaan dilematis untuk gw, haruskah gw menjadi orang baik atau malah nggak perlu menjadi orang baik namun tetap tampak seperti orang baik??? Kalo misalnya menjadi baik aja nggak selamanya baik, lalu kenapa gw harus menjadi baik??? Pertanyaan yang harus gw renungkan dan mencari jawabannya dengan mensinkronkan antara pikiran, hati dan perasaan gw.

Susahnya Mempertahankan Uang Rp 50.000

May 15th, 2008 by jazzy-manzy

Kamis, 15 Mei 2008

Sebelum menulis blog ini gw nggak sengaja membuka kembali catatan pengeluaran uang harian yang gw simpan di menu Notes di handphone. Bukan tanpa maksud karena sambil membuka kembali semua catatan itu sambil juga memasukan informasi pengeluaran uang hari ini. Sekali lagi ini hanya pencatatan pengeluaran uang harian, bukan penerimaan uang harian.

Gw melihat angka-angka yang sebenernya akan terlihat amat sangat kecil bagi orang lain tapi lumayan besar untuk gw. Dimulai dari tanggal 1 Mei hingga 15 Mei 2008 which is hari ini aja, angka-angka itu kian bertambah dan bervariasi. Bukannya sombong atau congkak atau apalah orang menyebutnya, tapi gw rasa gw udah semakin boros untuk bulan ini.

Sebut aja berbagai pengeluaran itu dimulai dari bayar uang arisan di kantor, beli bensin untuk motor, beli vitamin dan supplement, biaya transport ke Detos, beli CD ini-itu, sampe jajan makanan di saat kelaperan. Belum berhenti sampai di situ karena gw masih harus menyelesaikan tagihan Matrix bulan ini yang jatuh temponya tinggal 5 hari lagi, tagihan cicilan kamera baru, iuran fitness yang belom gw bayar 2 bulan, beli gas, beli sekotak susu L-Men karena udah mau habis, sampe rencana mau beli sepatu Puma.

Waduh, kalo sampe mas Elki baca postingan ini pasti dia akan dengan senang hati menjelaskan betapa kacau balaunya gw mengatur keuangan. (Semoga aja!!!) Dan gw yakin dia akan secara gamblang menjelaskan bahwa sebenernya gampang mengatur keuangan dengan prinsip 50:30:20. Penjelasannya adalah 50% untuk menabung, 30% untuk biaya hidup sebulan, 20% biaya tak terduga. (Tolong dikoreksi jika salah!!!)

Jauh sebelum hari ini pun sebenernya pernah dijelaskan oleh mas Elki betapa besar manfaatnya jika kita menerapkan prinsip pembagian jatah uang gaji kita dalam sebulan. Tapi kok yaa susah untuk menerapkannya?! Mungkin karena godaan kenikmatan duniawi dan segala tipu dayanya telah menjerumuskan diriku untuk mengeluarkan uang dari dompet atau menggeseknya dari kartu-kartu yang gw punya.

Contohnya sederhana aja deh. Sejak tanggal 4 Mei yang lalu di dompet gw bersembunyi uang sebesar Rp 700.000. Awalnya sey hanya Rp 200.000 karena gw paling nggak suka bawa uang banyak di dalam dompet. Berhubung nyokap baru aja mengembalikan uang pinjamannya ke gw, jadi makin bertambahlah jumlah uang itu di dompet gw.

Membawa uang sebanyak itu di dalam dompet pastinya terjadi perang hati, batin, pikiran dan nafsu untuk segera memanfaatkannya. Dan gw nggak tau kenapa hingga hari ini gw sulit banget untuk mempertahankan uang Rp 50.000 per hari tanpa harus keluar untuk keperluan yang nggak penting dan nggak mendesak. Pasti lembaran Rp 50.000 itu akan pecah atau malah nggak ada sisanya sama sekali.

Emang sey nggak terjadi tiap hari, tapi sejumlah uang udah gw keluarkan untuk membeli beberapa CD untuk keperluan siaran di Detos, jajan makanan yang tiap kali beli bisa sampe Rp 40.000-an, hingga beli ini itu yang nggak jelas juntrungannya.

Gw cerita begini bukan karena ingin pamer bukan juga untuk menyesali diri sendiri atas apa yang telah gw perbuat. Toh ini juga untuk kepentingan gw sendiri. Tapi kalo hal ini terus menerus gw biarin aja, sampai kapan gw bisa bertahan??? Kalo uang gw semakin banyak mungkin bisa bertahan lebih lama, tapi kalo uang gw semakin menipis karena job gw di-cut dan pengeluarannya gila-gilaan, masih bisa bertahan???

Emang udah seharusnya prinsip ekonomi serba hemat, efektif, efisien dan akurat dalam penggunaan uang harus gw terapkan mulai dari sekarang. Bukan hanya untuk kepentingan menabung, biaya hidup atau biaya tak terduga lainnya, tapi juga gw harus memikirkan bagaimana agar nominal yang gw peroleh bisa bertambah banyak kelak!!!

Ada yang ingin membantu gw mencari kerja sampingan??? Silahkan hubungi gw di e-mail: jazzy_manzy@yahoo.com atau firman.fauzan@yahoo.com!!!

Menunggu Ketidakpastian Hidup

May 14th, 2008 by jazzy-manzy

Rabu, 14 Mei 2008

Nggak terasa satu minggu udah berlalu dari saat gw memposting blog gw minggu kemarin yang berisi curhatan gw mengenai ketidakpastian selama dua minggu. Dan hari ini, minggu-minggu itu pun jadi bertambah satu. Tiga minggu terlewati tanpa adanya kepastian yang pasti untuk hidup gw di dunia siaran ini.

Entah harus sampai kapan keadaan ini akan berlangsung. Apakah harus menggenapkan diri menjadi empat minggu, dua bulan, tiga bulan, atau malah selamanya??? Jawabannya masih ada di langit dan belum sempat terkirim.

Iya, gw harus mengakui bahwa gw telah menunggu kepastian yang tidak pasti dalam hidup gw. Bahkan saat menunggu pun terasa hampir hilang semua nyali gw untuk bisa kembali lagi menekuni dunia yang udah dua tahun ini gw jalani. Entah mengapa ini bisa terjadi tapi itulah kenyataan yang gw rasakan tiga minggu terakhir ini, gw males untuk siaran lagi!!!

Meski pun di sebuah jadwal siaran weekend bulan Mei ini udah terpampang nama gw di sana, tapi gw nggak yakin apakah gw udah diperbolehkan siaran lagi atau itu hanyalah kekhilafan bu Boss saat membuat jadwal?! Yaa, syukur-syukur itu emang udah direncanakan dan gw udah diperbolehkan siaran lagi!!!

Gw harus mengakui bahwa gw merasakan ketidaknyamanan berada di kantor semenjak gw melakukan kesalahan yang sebenernya nggak parah-parah amat di mata gw tapi parah banget di mata ‘Yang Maha Kuasa’. Gw merasa seakan-akan gw ini maling ayam yang kudu diarak dan dipermalukan secara massal.

Apakah ini hanya perasaan gw aja yang sulit menerima keputusan itu??? Apakah perasaan ini akan berlangsung sementara aja atau malah selamanya??? Apakah ini jawaban dari segala pertanyaan hati gw di masa lalu mengenai kantor itu??? Apakah ini pertanda bahwa gw emang udah seharusnya meninggalkan kantor itu selamanya???

Whoaaahhh … pikiran dan pertanyaan itu yang selalu menghantui gw selama tiga minggu belakangan ini. Gw bahkan nggak sempat untuk berpikir positif atas apa yang terjadi di kantor. Semuanya gw hanya anggap angin lalu aja karena semenjak saat itu gw mulai merasa bahwa gw bukanlah bagian dari mereka lagi. Gw merasa terasing dan sepertinya nggak layak lagi menjadi bagian dari mereka.

Mungkin gw terlalu naïf dalam memandang keindahan dunia yang sementara ini. Gw terlalu dibuai dengan kenikmatan sesaat yang nggak bisa gw banggain kelak. Gw emang masih berada di sini, tapi gw nggak pernah merasanya nyaman apalagi bangga dengan apa yang gw rasa. Gw nggak layak untuk menjadi malu apalagi bangga.

Satu hal yang pasti dalam ketidakpastian ini adalah gw akan tetap hidup meskipun gw harus berada di tempat lain. Gw nggak peduli orang lain akan berkomentar apa, yang terpenting gw bisa melanjutkan hidup gw dan membenahi diri gw agar menjadi lebih baik lagi dan bersemangat lagi!!!

Love Letter

May 14th, 2008 by jazzy-manzy

Dear My Beb,

Aku nggak tau harus bilang apa atau berbuat apa lagi sama kamu?!
Aku merasa bahwa belakangan ini kamu berubah drastis.
Kamu menjauh dan seakan-akan mencoba untuk melupakan aku.
Kamu beda dari sosok Ibeb yang aku kenal hampir dua tahun ini.

Aku sadar dan tau bahwa saat ini aku nggak berhak lagi untuk marah apa lagi cemburu atas apa yang kamu lakukan.
Dan aku tau bahwa kita udah nggak seperti dulu lagi.
Kita emang udah pisah dan sepertinya akan sulit untuk bersama lagi.
Walaupun begitu, aku ingin kamu tau bahwa aku masih menyayangi kamu sama seperti dulu!!!

Beb, ada banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan pada kamu!!!
Apakah kamu masih mencintai aku???
Apakah dulu kamu bahagia ketika bersama aku???
Apakah kamu sekarang bahagia ketika aku nggak ada di sisi kamu???
Apakah semua yang kamu lakukan belakangan ini adalah cara kamu untuk menghindar dan lalu melupakan aku???
Kamu nggak mesti menjawabnya, aku hanya ingin kamu tau aja!!!

Mungkin kamu nggak tau betapa kacaunya hidupku saat harus berpisah dari kamu.
Semua kejadian dan kesalahan yang aku perbuat terasa berat tanpa ada kamu di sisi aku.
Mungkin aku terlalu bergantung pada kamu.
Mungkin juga kamu nggak pernah tau betapa berartinya kamu dalam hidupku.

Beb, kamu harus tau bahwa aku akan bahagia jika kamu juga bahagia bersama dia.
Aku nggak akan pernah memaksa kamu untuk mengasihani aku atau terpaksa kembali lagi pada aku seperti dulu.
Jalani aja hidupmu bersama dia yang kamu pilih.
Aku rela jika harus diabaikan bahkan dilupakan oleh orang yang aku cinta, kamu.

It Feels Like I’m Back In The Day …

May 10th, 2008 by jazzy-manzy

Sabtu, 10 Mei 2008

Hidup gw selama seminggu terakhir ini dipenuhi oleh sekumpulan lagu-lagu sadis sekaligus diselingi irama mendayu-dayu dari era tahun 1960an, 1970an, 1980an hingga awal 1990an. Lagu-lagu itulah yang menjadi format utama pada siaran gw dan temen-temen di Detos.

It feels like I’m back in the day!!! Ternyata ada banyak lagu-lagu yang familiar dan pernah gw denger pada saat gw masih kecil dulu di era awal 1990an. Gw nggak pernah membayangkan bahwa gw akan menemukan dan mendengarkan kembali lagu lama milik Tiffany yang berjudul “If Love Is Blind”. Lagu ini adalah lagu favorit gw di tahun 1993 which is ketika gw baru kelas 3 SD.

Selain itu juga gw seneng banget ketika gw menemukan salah satu koleksi yang berisi lagu “My Girl” milik The Jackson 5. Gila!!! Lagu ini sadis banget!!! Gw sendiri bahkan nggak menyangka bahwa penyanyi aslinya adalah The Jackson 5 karena gw lebih familiar dengan Westlife yang pernah menyanyikan ulang lagu ini.

Terus juga ada beberapa lagu yang dahulu sering banget dinyanyiin oleh kakak-kakak gw pada eranya. Sebutnya lagu milik Robby Valentine “Over And Over Again”, Tommy Page “Shoulder To Cry On”, Stevie Wonder “I Just Call To Say I Love You”, Rick Price “If You Were My Baby”, Indecent Obsession “Fixing A Broken Heart”, hingga lagu milik Jose Mari Chan “Beautiful Girl”.

Sementara lagu-lagu dari angkatan 1960an hingga 1970an gw nggak terlalu banyak tau karena beberapa emang nggak ada cover version-nya. Hanya beberapa aja yang gw tau. Sebut aja Paul Anka dengan “Put Your Head On My Shoulder”. Lagu ini udah didaur ulang oleh Michael Buble.

Seperti yang gw bilang di atas tadi bahwa gw seakan kembali ke masa-masa itu di mana gw terbiasa mendengarkan lagu-lagu yang sekarang udah menjadi old school songs tapi tetep enak didenger. Apalagi setiap kali gw siaran, gw selalu sing along bersama si penyanyi di setiap lagu yang gw puter. Itung-itung sambil latihan nyanyi festival gratis di atas panggung!!! Pokoknya, I LOVE THAT MUSIC VERY MUCH!!!

Mau tau daftar lagu yang gw putar??? Neh, gw kasih tau deh!!!

  1. If Love Is Blind – Tiffany
  2. If You Don’t Know Me By Now – Simply Red
  3. How Deep Is Your Love – The Beegees
  4. Listen To Your Heart – Roxette
  5. Right Here Waiting – Richard Marx
  6. Shoulder To Cry On – Tommy Page
  7. You Light Up My Life – Whitney Houston
  8. I Love You – Sofie
  9. Sometimes Love Just Ain’t Enough – Patty Smith & Don Henly
  10. That’s What Friends Are For – Dionne Warwick

Masih ada 50 daftar lagu enak lainnya yang bisa dinikmatin kalo loe menyempatan diri untuk segera datang ke Detos saat gw siaran pastinya!!! Gw tunggu ya!!!