Pretending Myself That I’m Not Missing You
May 23rd, 2008 by jazzy-manzyJumat, 23 Mei 2008
Udah dua hari ini gw nggak bisa berpikiran jernih. Akal sehat gw seakan hilang bersama hilangnya Ibeb dari hidup gw. Mungkin saat ini gw menjadi orang paling bodoh sedunia karena nggak bisa mengendalikan diri gw sendiri atas apa yang terjadi pada hidup gw dan juga kisah percintaan gw. I’m being such a fool for love!!!
Ini adalah hal terberat yang pernah gw alami dalam hidup gw. Saat dimana seseorang yang amat sangat gw cintai menyatakan bahwa dirinya nggak mengharapkan gw untuk mencintainya lagi bahkan meminta gw untuk segera menghapus segala jejak yang pernah kita buat bersama dulu. Love hurts …
Sebenernya gw dan Ibeb udah putus sekitar satu bulan lalu, tapi hubungan kita masih baik-baik aja dan masih bisa dikatakan seperti sedia kala dimana kita belum putus. Namun entah mengapa keadaan tiba-tiba jadi berubah, nggak tau siapa yang merubahnya. Mungkin ini memang salah gw karena terlalu memaksakan diri untuk selalu keep in touch dengannya sehingga menimbulkan persepsi lain di benaknya. Atau mungkin juga karena dia udah merasa nggak nyaman lagi dengan hadirnya gw di sisinya. Kemungkinan terakhir adalah udah ada orang lain pengganti gw di hatinya.
Dari hari Minggu kemarin gw mencoba untuk menghubunginya melalui handphone. Tapi yang gw dapati hanyalah nada sambung yang pernah nggak diangkat, mailbox service, pengalihan panggilan ke nomer lain, hingga pemutusan sambungan. Cara lain yang paling jitu adalah meninggalkan pesan SMS di handphone-nya. Isi SMS pun beragam, mulai dari yang bernada pertanyaan mengenai keberadaan serta mengapa nggak pernah mau menjawab hingga pernyataan-pernyataan yang mungkin membuatnya marah.
Gw emang kadang suka nggak tau diri dan nggak tau waktu ketika harus menghubunginya. Itu semua gw lakukan hanya untuk mendapatkan respon dan reaksi dari dia. Tapi sayang, lagi-lagi yang gw dapatkan hanyalah harapan hampa yang sepertinya sulit untuk terwujud jadi kenyataan.
Setelah menunggu hampir empat hari lamanya untuk sebuah panggilan telepon ataupun balasan SMS, akhirnya gw mendapati juga balasan SMS darinya. Kemarin pagi (22/5) jam 05.45 dia mengirim SMS dengan penuh harapan tersirat. Entah apa yang harus gw katakan. Gw bingung harus bersikap bagaimana karena dalam SMS itu dia meminta gw untuk berlaku seperti seorang teman biasa aja, tanpa sayang-sayangan, tanpa manja-manjaan, nggak perlu repot untuk bertanya ini-itu, dan nggak usah kirim SMS yang aneh-aneh.
Gw tau bahwa saat ini dia sedang banyak pekerjaan yang harus dikerjakan secara fokus dan konsentrasi. Gw juga tau bahwa kita berdua dua putus. Gw pun tau bahwa saat ini terbuka peluang lebar-lebar bagi dia maupun gw untuk membiarkan orang lain mengisi hati kita masing-masing dan melupakan masa lalu tertinggal. Tapi gw nggak tau bagaimana cara untuk menghadapi ini semua!!!
Sejak kemarin pagi gw terima SMS itu dan membalasnya dengan permintaan maaf, gw mulai untuk memenuhi permintaannya. Perlahan gw mencoba untuk merelakan dia menjauh dari hidup gw, bukan hati gw. Memang berat rasanya harus berada dalam kondisi seperti ini.
Udah dua hari ini pula gw mencoba membohongi diri gw bahwa gw nggak kangen sama dia. Gw membohongi diri gw bahwa gw nggak sayang dan cinta lagi sama dia. Gw membohongi diri gw bahwa gw benci dia. Gw membohongi diri gw bahwa gw harus pergi menjauh dari dia. Gw membohongi diri gw bahwa gw hanyalah teman biasa tanpa ada sejarah percintaan yang pernah tercipta sebelumnya. Bahkan gw membohongi diri gw bahwa gw nggak pernah membutuhkan dia dalam hidup gw.
Iya, gw sekarang jadi pembohong besar untuk diri gw, hidup gw dan juga segala hal tentang gw!!! Itu semua gw lakukan untuk memenuhi janji gw kepada dia. Gw bukan pembohong, gw hanya mencoba membohongi diri gw sendiri dan nggak ada yang perlu merasa dirugikan atas apa yang gw perbuat.
Ada satu hal yang nggak pernah bisa gw bohongi dan ingkari dari diri gw sendiri: sampai saat ini pun gw masih sayang dan cinta dia. Apapun kondisi dan keadaan dia sekarang, perasaan gw masih seperti yang dulu. Mungkin gw nggak akan pernah bisa merubah keadaannya dan gw nggak akan memaksa siapa pun untuk merubahnya. Mungkin cinta ini emang harus gw simpen dalam hati meski emang terasa berat dan menyakitkan.



